JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57, BPJS Kesehatan terus menggencarkan edukasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan bertajuk Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem JKN atau GEMA KOMPAS JKN. Salah satu kegiatan tersebut digelar di Rumah Makan Ayam Goreng Pemuda, Kota Madiun, Selasa (8/7/2025).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen komunitas seperti peserta Prolanis, kader Posyandu, dan kader Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman peserta dan mempermudah akses informasi mengenai Program JKN di tingkat masyarakat.

“GEMA KOMPAS JKN dibentuk sebagai wadah edukasi yang tersebar di berbagai daerah, agar peserta JKN memahami dengan lebih baik hak dan kewajibannya, serta prosedur layanan yang tersedia,” ujar Wahyu.

Menurut data BPJS Kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Madiun telah mencapai 99,65 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 87,92 persen. Pencapaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam penyelenggaraan Program JKN di daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. dr. Andi Afdal, MBA, yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai komunitas untuk menyukseskan program JKN.

“Intinya, kami ingin melibatkan sebanyak mungkin komunitas di masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam memastikan masyarakat memahami apa itu JKN, apa saja yang dijamin, bagaimana prosedurnya, dan bagaimana cara menggunakannya,” kata Andi Afdal.

Ia menambahkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap sistem JKN akan berdampak pada pemanfaatan layanan yang optimal oleh masyarakat. Komunitas yang terlibat pun sangat beragam, mulai dari komunitas keagamaan, olahraga, hingga komunitas berbasis hobi.

“Program ini bukan sekadar dibuat dan dilaksanakan, tapi betul-betul harus dirasakan manfaatnya. Itu hanya bisa dicapai kalau masyarakat paham cara kerjanya. Di sinilah peran komunitas menjadi sangat penting,” imbuhnya.

Kegiatan GEMA KOMPAS JKN diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. (jum).