JATIMPOS.CO/TUBAN – Belakangan ini anggota DPRD Kabupaten Tuban, Zuhri Ali meminta masyarakat untuk waspada penipuan pupuk. Ia mendengar dan mendapat laporan langsung dari konsituennya bahwa ada oknum yang mengaku dari pihak petrokimia atau PT Pupuk Indonesia.

Mendapati laporan ini politisi PKB tersebut mengajak agar lebih hati-hati dalam menerima informasi yang tidak bertanggung jawab.

“Waspadai penipuan pupuk mengaku dari petrokimia. Setelah order dihubungi yang mengaku polisi,” tulis Zuhri Ali di sejumlah akun media sosialnya. 

Anggota Komisi III DPRD Tuban ini sangat menyesalkan ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Komisi yang bermitra dengan dinas pertanian ini akan merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait agar informasi bias tersebut menjadi atensi dinas dan distributor pupuk maupun kios.

“Saat musim tanam seperti ini, kebutuhan pupuk petani sangat tinggi. Mungkin ini dibaca sebagai peluang oleh penumpang gelap atau pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas Jojo sapaan akrab Zuhri Ali saat dihubungi, Kamis (13/11/2025).

Secara tegas, ia mendorong ada tindakan tegas dari aparatur. Menurutnya narasi penipuan yang diproduksi oleh pihak yang mengaku dari petrokimia akan menimbulkan opini buruk publik bahwa lingkaran bisnis pupuk selalu menjadi hal yang seksi.

Lebih spesifik lagi, sebagai mantan Kepala Desa Jetak, Jojo melihat langsung bahwa kebutuhan petani tentang pupuk masih tinggi. Jika ada pihak yang mengatakan realisasi pupuk subsidi sesuai harapan petani, hal tersebut menjadi satu paradoks yang cenderung manis sebagai catatan laporan namun pahit secara fakta.

“Narasi-narasi yang tidak sesuai lapangan, tentu itu akan mencederai semangat petani. Karena realitas tak selaras dengan realisasi,” sambung Jojo.

Lebih dalam lagi, Zuhri Ali yang berangkat dari dapil 1 (Montong, Kerek, Merakurak, Tuban) ini menjelaskan bahwa pupuk akan menjadi satu perbincangan yang unik dan klasik. Kebutuhannya yang semakin besar dibaca sebagai peluang untuk mengambil keuntungan. Kondisi ini, kata Jojo, harus ada tindakan nyata dari pemillik otoritas dalam rangka menegakkan regulasi.

Ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo menurunkan harga pupuk. Kebijakan tersebut diharapkan bisa diejawantahkan oleh kementerian pertanian dan jajaran terstruktur di bawahnya.

“Kami menangkap ada energy positif dari Presiden Prabowo. Hal ini semata demi perkembangan dan kesejahteraan petani, mengingat geografis di Indonesia dominasi kerja dari kalangan petani, terlebih untuk masyarakat petani di Kabupaten Tuban,” tutur Jojo.

Seperti diketahui pula baru-baru ini PT Pupuk Indonesia berstatment serapan pupuk subsidi di Tuban mencapai 83,6 persen. sisa kuota lebih dari 16 persen pupuk subsidi yang belum ditebus oleh petani hingga akhir tahun. Jumlah ini sepanjang Januari hingga 2025. Pupuk subsidi semua jenis mencapai 127.605 ton dari total alokasi 152.682 ton. (min)