JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun resmi mengukuhkan pengurus Karang Taruna Kabupaten Madiun periode 2025–2030 di Pendapa Muda Graha, Senin (8/12/2025). Dalam arahannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menekankan pentingnya sinergi antara Karang Taruna dan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung program sosial serta penguatan tata kelola desa.

Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun ini menegaskan bahwa Karang Taruna harus bergerak sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Madiun bersahaja, yang berarti bersih, sehat, dan sejahtera. “Program Karang Taruna harus satu napas dengan pemerintah daerah. Anak-anak muda kami harapkan selalu memberikan dukungan di lingkup desa, baik dalam tata kelola pemerintahan desa maupun menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya peran Karang Taruna dalam memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Ia menekankan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis validasi program perlindungan sosial.

“Bantuan sosial harus benar-benar diterima warga miskin, terutama desil 1 hingga 4. Karang Taruna bisa membantu pengawasan di lapangan. Kalau ada penerima yang secara ekonomi mampu tetapi masih menerima bantuan, itu harus kita tinjau bersama,” katanya.

Ia menambahkan, pelibatan generasi muda menjadi bagian dari upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Madiun. “Anak-anak muda harus kreatif, inovatif, dan memahami data. Dengan begitu tidak ada lagi persoalan suka atau tidak suka dalam penyaluran bantuan,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus tingkat kabupaten akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Karang Taruna di tingkat kecamatan dan desa.

“Harapannya pada 2026, seluruh 206 desa/kelurahan di Kabupaten Madiun sudah memiliki Karang Taruna yang aktif. Mereka menjadi garda terdepan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial,” ujar Supriyadi.

Ia menambahkan, Karang Taruna merupakan pilar sosial yang diakui dalam ketentuan Kementerian Sosial. Karena itu, keberadaan mereka penting sebagai penyeimbang sekaligus mitra kritis pemerintah. “Jika di lapangan ada sesuatu yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat, mereka harus berani menyuarakan. Dengan kepedulian dan idealisme, kritik dari pemuda justru dibutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Madiun periode 2025–2030, Bayu Aji Prawito, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah. Bayu menyebut konsolidasi organisasi menjadi prioritas awal, termasuk menggerakkan kegiatan karang taruna di tingkat desa.

“Desember ini kami langsung melakukan kegiatan di Kecamatan Saradan dan Kare, bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Klangon dan Desa Kare. Salah satunya pelatihan pembuatan suvenir sesuai kebutuhan pemuda di sana,” kata Bayu.

Menghadapi 2026, pihaknya menargetkan seluruh Karang Taruna desa di Kabupaten Madiun terbentuk dan aktif menjalankan program. Bayu juga menyampaikan bahwa proses pemilihan ketua dilakukan melalui Temu Karya Daerah pada Oktober lalu, setelah setahun organisasi berada dalam status caretaker dari Provinsi Jawa Timur.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Karang Taruna Kabupaten Madiun bukan hanya forum, tetapi motor penggerak Karang Taruna di desa. Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan kecamatan agar peran kami lebih terasa,” ujarnya. (jum).