JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Dinas Sosial Kabupaten Madiun melalui Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin (Dayasos dan Penanganan Fakmis) menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Lembaga Karang Taruna di Aula Kantor Desa Kare, Kecamatan Kare, Rabu (17/12/2025).

Pelatihan ini diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan anggota Karang Taruna Desa Kare. Kegiatan difokuskan pada penguatan keterampilan kewirausahaan, di antaranya pelatihan pembuatan gantungan kunci berbahan akrilik serta teknik sablon mug keramik sebagai produk bernilai ekonomi.

Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan di Desa Klangon, Kecamatan Saradan. Desa tersebut dikenal sebagai desa wisata dengan potensi unggulan wisata alam, khususnya paralayang di Bukit Batu Buyung (Watu Bayang), serta pengembangan Desa Wisata Porang dan wisata edukasi alam.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Assidiq, S.Ag., M.Si., mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari pendampingan terhadap pengurus Karang Taruna Kabupaten Madiun periode 2025–2030 yang baru saja dilantik oleh Bupati Madiun.

“Setelah pelantikan, kami lakukan penguatan kapasitas untuk membangun kebersamaan, menyatukan visi-misi, dan membentuk satu mindset serta culture set yang solid. Ini penting karena beberapa tahun terakhir Karang Taruna Kabupaten Madiun sempat kurang aktif,” ujar Tarnu.

Ia menjelaskan, penguatan kapasitas diawali dengan kegiatan capacity building di Sarangan, Magetan. Selanjutnya, program tersebut ditindaklanjuti dengan pelatihan kewirausahaan di dua desa, yakni Desa Klangon dan Desa Kare.

“Karang Taruna di desa tidak hanya sebagai pengurus, tetapi juga sebagai pelaku yang mampu berkolaborasi dengan UMKM. Harapannya, setelah dikukuhkan, Karang Taruna aktif menunjukkan dedikasi dan berkontribusi mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja, bersih, sehat, dan sejahtera,” kata Tarnu.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Madiun periode 2025–2030, Bayu Aji Prawito, menuturkan pelatihan di Desa Kare merupakan tindak lanjut dari program yang telah dicanangkan saat pelantikan pengurus.

“Tujuannya menumbuhkan jiwa kewirausahaan Karang Taruna agar bisa memberi contoh kepada masyarakat bahwa pemuda mampu berwirausaha tanpa membebani warga,” ujarnya.

Menurut Bayu, pemilihan Desa Kare dan Desa Klangon didasarkan pada hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) Kabupaten Madiun tahun 2025. Kedua desa tersebut memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan oleh pemuda setempat.

“Peserta pelatihan memang khusus dari Desa Kare sesuai hasil musrenbang. Harapannya, ilmu yang didapat bisa dikembangkan, didukung penuh pemerintah desa, dan dijalankan bersama UMKM agar Karang Taruna semakin berdaya,” pungkasnya. (jum).