JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada Rabu–Kamis (21–22 Januari 2026). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana program Bahana Bersahaja pada tahun 2026.
Bahana Bersahaja merupakan transformasi dari program unggulan sebelumnya, Bhakti Sosial Terpadu (BST). Perubahan nama dan format program ini menjadi bagian dari kebijakan strategis di era kepemimpinan Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi.
Meski berganti nama, esensi program tetap dipertahankan. Transformasi dilakukan agar layanan sosial pemerintah lebih adaptif, berkualitas, dan tepat sasaran.
Program Bahana Bersahaja ini dijadwalkan digelar setiap bulan, kecuali pada Maret yang bertepatan dengan Ramadan. Pemkab Madiun berharap, perubahan nama dan penyempurnaan konsep ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di daerah.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, Bahana Bersahaja dirancang sebagai wadah untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus membumikan visi dan misi pemerintah daerah yang selaras dengan arah kebijakan Presiden RI.
“Kita ingin memberdayakan masyarakat yang ada di Kabupaten Madiun. Di sini kami juga menyampaikan visi dan misi Pak Presiden secara langsung kepada masyarakat, sekaligus melihat implementasinya di lapangan,” ujar Hari Wuryanto saat sarasehan bersama warga.
Menurutnya, seluruh program yang direncanakan akan diupayakan berjalan tepat sasaran. Ia berharap, melalui kebersamaan, visi dan misi pemerintah daerah dapat segera terwujud demi kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini, insya Allah kita bisa mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” kata dia.
Hari Wur menjelaskan, nama Bahana Bersahaja mengandung makna kebersamaan dan keharmonisan. Pemerintah daerah ingin seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga aparatur desa—dapat guyub rukun membangun desa secara harmonis.
“Hubungan seluruh masyarakat harus tetap harmonis. Dengan kebersamaan itulah desa bisa dibangun bersama-sama,” ujarnya.
Pelaksanaan Bahana Bersahaja di Desa Karangrejo menjadi titik awal program tersebut pada 2026. Ke depan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin Kabupaten Madiun untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan visi-misi pemerintah daerah hingga ke tingkat desa.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sesuai dengan visi-misi kami. Mulai hari ini hingga besok akan ditindaklanjuti, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat,” tutur Hari Wur.
Dalam rangkaian kegiatan, Pemkab Madiun menghadirkan berbagai layanan terpadu. Di antaranya kerja bakti lingkungan, pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH), pemeriksaan kesehatan gratis, layanan perpanjangan SIM dari Polres Madiun, serta sejumlah program pelayanan publik lainnya.
Selain sarasehan, masyarakat juga dapat mengakses berbagai layanan, seperti pendaftaran akun INAPROC/LPSE, pemeriksaan kesehatan hewan, layanan PBID, pendampingan penerbitan NIB, layanan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), perbankan online, Kartu Pencari Kerja (AKI), administrasi kependudukan, SKCK, informasi Pengadilan Agama, perpustakaan keliling dan digital, hingga donor darah. (Adv/jum).