JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun terus menghadirkan terobosan pelayanan publik yang mendekatkan layanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui inovasi Pelayanan Sarapan Pecel dalam Program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) yang digelar di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Rabu–Kamis (21–22 Januari 2026).
Melalui program ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Madiun menghadirkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) langsung di desa. Warga pun tidak perlu lagi datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) atau kantor kecamatan untuk mengurus dokumen kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa Sarapan Pecel merupakan singkatan dari Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif, Cepat, dan Langsung Terlayani.
“Intinya, kami ingin mendekatkan layanan kepada masyarakat di tiap-tiap desa. Desa kami beri kewenangan untuk membuka layanan adminduk sendiri, sehingga warga cukup mengurus dokumen di desanya masing-masing,” ujar Sigit, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, sistem ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) melalui berbagai kanal layanan Dukcapil, salah satunya aplikasi Senopati Web Mobile. Petugas registrasi desa diberikan akses untuk memproses pengajuan, sementara verifikasi tetap dilakukan oleh Dukcapil guna menjaga kualitas dan keakuratan data.
“Jadi tidak perlu jauh-jauh ke MPP atau kecamatan. Cukup di desa, semua bisa terlayani. Kalau persyaratan lengkap, prosesnya hanya sekitar 15 menit dan langsung jadi,” kata Sigit Budiarto yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Kabupaten Madiun.
Melalui inovasi Sarapan Pecel, warga dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga (KK), akta pencatatan sipil, KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKP-WNI). Khusus KTP-el, setelah dicetak di Dukcapil Kabupaten Madiun, dokumen akan dikirimkan ke alamat pemohon secara gratis.
Selain layanan desa, Dukcapil Kabupaten Madiun juga mengoperasikan enam gerai pelayanan adminduk, yakni MPP Kabupaten Madiun, Senopati Web Mobile, kantor kecamatan, Mobil Leladi Sesami, layanan WhatsApp, serta pelayanan desa/kelurahan. Seluruh layanan adminduk tersebut diberikan tanpa pungutan biaya.
Salah satu warga Desa Karangrejo, Hanita, mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Ia datang ke stan Dukcapil untuk memperbarui KTP yang kondisinya rusak.
“KTP saya gambarnya sudah tidak jelas. Tadi langsung diproses di sini, sekitar 15 menit sudah selesai,” ujar Hanita.
Ia pun mengapresiasi kehadiran program Bahana Bersahaja yang menghadirkan layanan langsung ke desa. “Alhamdulillah, dengan adanya acara ini kami sangat terbantu. Pelayanannya cepat dan dekat,” kata dia.
Program Bahana Bersahaja menjadi wujud komitmen Pemkab Madiun dalam menghadirkan pelayanan publik yang dekat dan mudah, cepat dan responsif, terintegrasi dan akurat, sekaligus humanis dan inovatif, khususnya bagi masyarakat pedesaan. (jum).