JATIMPOS.CO/TUBAN - Santunan 2.000 Anak Yatim dan Dhuafa sekaligus Peresmian Gedung BAZNAS Kabupaten Tuban digelar, Kamis (5/3/2026) siang. Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, hadir didampingi wakilnya Joko Sarwono.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengatakan dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk penguatan tata kelola zakat. Mulai dari Pemprov Jawa Timur, BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Timur hingga Tuban. Dukungan dinilai penting dalam meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di daerah.

Lebih tegas diungkapkan santunan kepada 2.000 anak yatim bukan sekadar angka. Bantuan yang diserahkan menjadi ribuan harapan dan masa depan generasi yang harus dijaga bersama. Dana yang disalurkan berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat serta para muzaki yang mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tuban.

“Kami berpesan kepada adik-adik semua agar terus belajar dan meraih cita-cita setinggi mungkin,” ungkapnya.

Mas Lindra menjelaskan BAZNAS memberikan manfaat nyata. Di bidang pendidikan, zakat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui beasiswa dan bantuan pendidikan. Di bidang kesehatan, zakat meringankan beban masyarakat melalui bantuan pengobatan. Selain itu, dalam bentuk program sosial kemanusiaan, dan berbagai bantuannya lainnya.

“Program-program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam menekan kemiskinan dan memperluas akses kesejahteraan,” sambungnya.

Di tempat acara, Ketua BAZNAS Tuban, Agus Suryanto mengapresiasi Pemkab Tuban yang memberikan hibah pembangunan Gedung Baznas Tuban. Kehadiran gedung 3 lantai diharapkan dapat semakin meningkatkan kinerja lembaga dalam mengelola dan menyalurkan dana umat secara optimal.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Tuban yang telah memberikan dukungan sehingga pembangunan gedung tersebut dapat terwujud, tidak lupa pula terima kasih juga kepada seluruh muzakki,” tuturnya.

Agus mengatakan penerima santunan diperuntukan pula kepada anak-anak yatim piatu yang sedang menempuh pendidikan maksimal jenjang SMA sebanyak 2.000 anak. Setiap penerima memperoleh total bantuan senilai 282rb, terdiri dari uang tunai, tabungan, alat sekolah, dan uang transport.

Selain memberikan bantuan pendidikan juga memiliki sejumlah program. Ada bantuan berupa keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.120 imam musala. Selain itu pengurus takmir masjid jami yang tersebar di seluruh kecamatan.

Ditambahkan lagi, BAZNAS Tuban memberikan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 50 unit rumah akan terbangun. (min)