JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur menargetkan penyaluran bantuan pangan alokasi Maret–April 2026 rampung sepenuhnya pada akhir April mendatang.

Target ini dipasang di tengah tingginya volume bantuan serta luasnya cakupan wilayah distribusi di provinsi tersebut.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, menyatakan distribusi bantuan telah berjalan sejak sebelum periode Lebaran. Ia memastikan proses penyaluran terus dipercepat agar seluruh penerima manfaat segera mendapatkan haknya.

“Distribusi sudah dimulai sebelum Lebaran dan terus kami kebut. Kami optimistis seluruh wilayah Jawa Timur dapat dituntaskan pada akhir April,” kata Langgeng saat meninjau penyaluran bantuan di Desa Dolopo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Selasa (31/3/2026).

Pada periode ini, volume bantuan pangan di Jawa Timur mengalami peningkatan signifikan. Bulog mencatat total alokasi mencapai sekitar 112 ribu ton beras dan 22,5 ribu liter minyak goreng. Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan realisasi penyaluran bantuan pangan tertinggi secara nasional.

Dari sisi sebaran, wilayah Madura tercatat memperoleh alokasi terbesar. Sementara secara keseluruhan, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Jawa Timur mencapai 5,6 juta orang.

Di Kabupaten Madiun, total penerima bantuan tercatat sebanyak 110.124 orang. Khusus di Desa Dolopo, terdapat 813 penerima manfaat yang memperoleh alokasi sekitar 16,2 ton beras serta 3,2 ton minyak goreng.

Bulog juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi hingga wilayah terpencil. Dalam waktu dekat, penyaluran bantuan dijadwalkan menjangkau Pulau Bawean sebagai bagian dari upaya memastikan akses pangan yang adil.

“Distribusi dilakukan secara bertahap hingga ke pelosok. Kami siapkan pengiriman ke Bawean agar masyarakat di sana segera menerima bantuan,” ujar Langgeng.

Di tengah peningkatan penyaluran bantuan, Bulog memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman. Cadangan beras di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 1,093 juta ton yang tersebar di berbagai gudang Bulog.

Sementara itu, stok minyak goreng juga disebut berada dalam posisi mencukupi.
Dengan cadangan tersebut, Bulog menilai stabilitas pasokan pangan di Jawa Timur tetap terjaga sekaligus mampu menopang kebutuhan bantuan sosial bagi jutaan penerima manfaat hingga periode distribusi berakhir. (jum).