JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Ribuan warga memadati Lapangan Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (15/5/2026), dalam rangkaian acara “Semarak Konser Gema Merah Putih” yang memadukan olahraga, budaya, religi, hingga hiburan musik.
Kegiatan yang digelar di Kabupaten Madiun itu dimulai sejak sore hari dengan senam bersama yang diikuti masyarakat dan para pelajar. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize serta hadiah hiburan yang disambut antusias warga.
Memasuki malam hari, nuansa acara berubah menjadi lebih khidmat. Panggung utama diisi hiburan musik dari tim Gus Miftah, dilanjutkan doa bersama lintas agama yang dipimpin tokoh dari enam agama sebagai simbol kerukunan dan persatuan masyarakat Kabupaten Madiun.
Puncak acara berlangsung pada agenda Silaturahmi Kebangsaan yang dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan orasi kebangsaan oleh dai kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Meski hujan deras sempat mengguyur lokasi acara, ribuan warga tetap bertahan mengikuti jalannya kegiatan hingga larut malam.
Dalam orasinya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk selalu bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi persoalan hidup. Ia mengingatkan bahwa segala musibah maupun kebahagiaan terjadi atas izin Allah SWT sehingga manusia tidak perlu larut dalam kecemasan berlebihan terhadap masa depan.
“Jangan terlalu overthinking. Fokus saja memperbaiki diri dan mensyukuri apa yang kita miliki,” ujar Gus Miftah di hadapan jemaah.
Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji itu juga menyinggung fenomena perundungan di media sosial. Menurutnya, hinaan dan cacian tidak seharusnya membuat seseorang berhenti berkarya atau kehilangan semangat hidup.
Ia mencontohkan pengalaman pribadinya saat mendapat kritik karena berdakwah di tempat-tempat yang dianggap tidak lazim. Namun, hal itu justru menjadi motivasi untuk terus menyebarkan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.
Gus Miftah kemudian membedakan karakter orang optimis dan pesimis. Menurut dia, orang optimis selalu melihat peluang di tengah masalah, sedangkan orang pesimis justru melihat masalah dalam setiap peluang. Salah satu pernyataan yang paling mendapat perhatian dari jemaah adalah analogi tentang “kupu-kupu dan kebun”.
“Jangan fokus mengejar kupu-kupu, tapi fokuslah kepada kebunmu. Kalau kebunmu sudah bagus dan indah, kupu-kupu mana yang tidak mau singgah?” katanya yang langsung disambut tepuk tangan warga.
Selain menyampaikan pesan motivasi, Gus Miftah juga mengangkat tema persatuan melalui gerakan bertajuk “Peluk Indonesia”. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling mencurigai, melainkan kekuatan untuk saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa.
“Kita ini bangsa besar bukan karena sama, tetapi karena berbeda dan tetap bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga suasana tetap kondusif dan penuh kebersamaan selama acara berlangsung.
Di hadapan Gus Miftah dan ribuan warga, Bupati juga menyampaikan doa untuk 455 jemaah calon haji asal Kabupaten Madiun yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Mudah-mudahan seluruh jemaah haji Kabupaten Madiun diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujar Hari Wuryanto.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mewujudkan Kabupaten Madiun Bersahaja: bersih, sehat dan sejahtera. Menurutnya, semangat guyub rukun juga menjadi modal utama pembangunan daerah.
“Dengan guyub rukun, insyaallah kita bisa membangun Kabupaten Madiun lebih baik,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi interaktif bersama jemaah dan penampilan grup musik Aftershine yang sukses menghibur ribuan penonton hingga akhir kegiatan. (jum).
