JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui program Bahana Bersahaja dengan fokus perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kali ini, kegiatan dipusatkan di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Rabu (13/5/2026).
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Pemkab Madiun bersama warga melakukan gotong royong pemugaran rumah masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional 3 juta rumah sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Madiun, Gunawi, mengatakan penanganan RTLH dilakukan dengan memperbaiki komponen utama rumah agar warga memiliki hunian yang layak, aman dan sehat.
“Penanganan RTLH ini kami fokuskan pada perbaikan struktur utama rumah, mulai atap, lantai hingga dinding agar masyarakat memiliki hunian yang layak, aman dan sehat,” ujar Gunawi.
Pada lokasi pertama, Pemkab Madiun melakukan peningkatan kualitas rumah milik Jaiman, warga RT 01 Desa Bodag, dengan anggaran Rp 25 juta. Dalam kegiatan itu, Bupati dan Wakil Bupati Madiun bersama Forkopimda, kepala OPD, BPBD dan warga melakukan kerja bakti pembongkaran genteng rumah.
Perbaikan rumah Jaiman meliputi komponen struktur berupa pondasi, sloof, kolom dan ring balok. Selain itu juga dilakukan pembenahan komponen arsitektur seperti dinding dan lantai, serta pembangunan sanitasi berupa kamar mandi, WC dan tangki septik.
Lokasi kedua menyasar rumah Yahmin dengan bantuan peningkatan kualitas RTLH senilai Rp 25 juta. Rencana perbaikan mencakup penguatan pondasi, sloof, kolom dan ring balok, serta pembenahan rangka atap, dinding, penutup atap hingga lantai rumah.
Sementara di lokasi ketiga, Pemkab Madiun membangun baru Rumah Layak Huni Harmonis milik Yateni, warga RT 13 Desa Bodag, dengan anggaran Rp 50 juta. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan surat permohonan persetujuan bangunan gedung rumah tinggal layak huni Harmonis.
Di rumah Yateni, Bupati bersama rombongan dan warga turut melakukan kerja bakti pengecoran strauss sebagai tahap awal pembangunan rumah baru. Suasana gotong royong terlihat melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
Selain tiga lokasi tersebut, Bupati bersama rombongan juga meninjau rehabilitasi rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PKP milik Parti, warga RT 10 Desa Bodag. Program itu berupa peningkatan kualitas RTLH dengan fokus perbaikan pondasi, sloof, kolom, ring balok, dinding dan lantai rumah.
Gunawi menegaskan, program Bahana Bersahaja tidak hanya menyasar pembangunan fisik rumah, tetapi juga membangun budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan langsung Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, OPD dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Madiun.
Sebelumnya, program serupa juga telah dilaksanakan di Desa Karangrejo, Bulakrejo dan Bancong dengan sasaran rumah warga miskin ekstrem. Pemugaran difokuskan pada pembenahan komponen utama rumah agar lebih layak huni dan nyaman ditempati.
Pemkab Madiun menargetkan program Bahana Bersahaja menjadi gerakan berkelanjutan untuk menciptakan kawasan permukiman yang bersih, sehat dan sejahtera di seluruh wilayah Kabupaten Madiun. (jum).
