JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan menyalurkan 500 bibit tanaman cengkeh kepada masyarakat Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan.

Selain bantuan bibit cengkeh, Pemkab Madiun juga membangun prasarana pertanian berupa irigasi perpipaan sepanjang 1.355 meter untuk Kelompok Tani Gotong Royong di desa setempat.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi dalam kegiatan sarasehan Bahana Bersahaja yang digelar di Desa Bodag pada Selasa (12/5/2026).

Program Bahana Bersahaja atau Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Madiun tahun 2026 yang mengusung pelayanan terpadu langsung kepada masyarakat.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk di sektor pertanian dan lingkungan hidup.

Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi secara simbolis menyerahkan bantuan irigasi perpipaan sepanjang 1.355 meter untuk Kelompok Tani Gotong Royong di Desa Bodag, Selasa (12/5/2026).

“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk mendukung sektor pertanian melalui bantuan bibit tanaman produktif,” ujar Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun.

Menurut dia, bantuan bibit tanaman produktif diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dalam jangka panjang sekaligus menjaga kelestarian alam di kawasan lereng pegunungan.

“Harapannya, tanaman ini nantinya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa,” katanya.

Hari Wur menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan gerakan “Satu Rumah Satu Pohon” yang tengah digencarkan Pemkab Madiun.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Ir. Soedjiono, MT menjelaskan, Desa Bodag menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan pertanian karena memiliki potensi kelembagaan tani yang cukup lengkap.

Berdasarkan data program Bahana Bersahaja 2026, Desa Bodag memiliki satu gabungan kelompok tani (Gapoktan), tujuh kelompok tani pangan dan hortikultura, tujuh kelompok tani perkebunan, serta delapan kelompok tani ternak.

Selain itu, desa tersebut juga memiliki sejumlah lembaga pendukung seperti LMDH Sri Wilis, HIPPA Tirto Wilis, kelompok wanita tani, hingga kelompok taruna tani.

“Desa Bodag juga memiliki dua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau P4S, yakni Rumah Coklat Bodag dan Konco Tani Muda yang menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian,” ujar Ir. Soedjiono, MT.

Menurut dia, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan dan pelatihan. Saat ini Desa Bodag didampingi enam petugas penyuluh lapangan dari BPP Kare.

Selain bantuan bibit cengkeh, pemerintah sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan bibit kopi dan kakao kepada kelompok tani di wilayah tersebut.

Pada 2026, pemerintah juga merencanakan penyaluran benih padi, bibit alpukat, bantuan pupuk, pestisida, hingga pembangunan DAM parit untuk mendukung produktivitas pertanian masyarakat Desa Bodag. (jum).