JATIMPOS.CO/TUBAN - Ribuan warga Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban menunggu rombongan kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di lokasi pendaratan Lapangan Sport Center Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban. 

Warga tampak antusias menunggu orang nomor satu di Indonesia. Jajaran TNI dan Kepolisian yang berjaga menyampaikan imbauan intensif kepada kerumunan warga yang sudah sejak pagi menunggu. 

Sumber yang diterima Jatim Pos bahwa kedatangan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Sport Center Pucangan, Sabtu (16/5/2026) pukul 13.00. Selain didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ada sejumlah menteri yang ikut rombongan presiden.

Keterangan warga menyebutkan bahwa antusias menunggu orang nomor satu di negeri ini karena bangga desanya ditempati langsung rombongan presiden. Mereka menyebut momen ini belum tentu bisa diulang sehingga berharap bisa melihat langsung rombongan turun dari helikopter lengkap dengan iring-iringan pejabat yang mendampingi.

"Bangga sekali Pak Presiden bisa datang dan mendarat di Montong," terang Suprapti di Lapangan Sport Center.

Agenda presiden di Kabupaten Tuban kali ini dalam rangka panen raya jagung serentak kuartal II Tahun 2026 di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Merakurak, Tuban, Jawa Timur.

Selain itu bakal dilakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri sebagai upaya memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi hasil pangan, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. 

Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Anwar mengatakan Panen Raya Jagung Serentak menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, Polri, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri bersama petani jagung Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Bapak Presiden RI pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujar Anwar, Jumat (15/5/2026). 

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan Polri melalui pendampingan kepada petani, distribusi bibit unggul, pupuk, alat pertanian, hingga penguatan sinergi dengan kelompok tani melalui jajaran kewilayahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional jenis pipilan kering pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton, sehingga Indonesia mencatat surplus sekitar 470 ribu ton. Capaian tersebut menjadi fondasi menuju target produksi jagung nasional sebesar 18 juta ton pada tahun 2026. (min)