JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Dagangan, Kabupaten Madiun, menggelar rapat lintas sektor di ruang pertemuan puskesmas setempat, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka pemberdayaan kader guna mendukung penyelenggaraan program imunisasi dan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Rapat itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Dagangan Dedy Anggoro mewakili Camat Dagangan, Kapolsek Dagangan AKP Eko Harianto, serta Danramil 0803/14 Dagangan Kapten Cke Totok Langgeng. Selain itu, hadir pula para kepala desa se-wilayah kerja Puskesmas Dagangan, Tim Penggerak PKK desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur RSUD Dolopo drg. Mulyadi, Kepala UPT Puskesmas Dagangan dr. Yanti Umi Anggraeni, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Kepala UPT Puskesmas Dagangan dr. Yanti Umi Anggraeni mengatakan, rapat lintas sektor Triwulan II Tahun 2026 itu bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Dagangan.
“Melalui rapat lintas sektor ini kami ingin memastikan seluruh program kesehatan dapat berjalan optimal dengan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, hingga unsur TNI dan Polri,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh lintas sektor berkomitmen mendukung percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Dagangan. Masyarakat juga didorong aktif melakukan skrining mandiri secara digital melalui aplikasi E-TIBI dengan memindai barcode yang telah disediakan.
Selain itu, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) bersama instansi terkait akan ikut mendampingi upaya penemuan 302 kasus baru TB di wilayah Kecamatan Dagangan.
Tak hanya fokus pada penanganan TB, rapat tersebut juga membahas intervensi gizi dan penguatan program imunisasi. Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gizi direncanakan berlangsung serentak pada Juni 2026.
Puskesmas Dagangan juga menargetkan capaian program kesehatan dan imunisasi melalui gerakan Lentera Mas dengan sasaran sebanyak 17.539 warga di wilayah kerja setempat. Seluruh elemen masyarakat diminta ikut menggerakkan partisipasi warga di masing-masing desa.
Dalam kesempatan itu, peserta rapat juga mendapatkan peringatan dini terkait kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Sebagai langkah pencegahan, program Desa IMAN akan dioptimalkan di sembilan desa melalui media informasi berupa banner edukasi yang melibatkan kader kesehatan dan masyarakat.
Rapat lintas sektor tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh kepala desa dan unsur lintas sektor sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program kesehatan di wilayah Kecamatan Dagangan.
Selain itu, peserta rapat juga sepakat setiap temuan kasus PD3I harus segera dilaporkan secara berjenjang kepada bidan desa maupun petugas surveilans Puskesmas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (jum).
