JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – UPT Puskesmas Dagangan, Kabupaten Madiun, terus mengakselerasi pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut ditujukan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan atau skrining kesehatan minimal satu kali dalam setahun.

Program pemeriksaan kesehatan gratis itu juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Madiun dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang bersahaja, bersih, sehat, dan sejahtera.

Kepala UPT Puskesmas Dagangan, dr. Yanti Umi Anggraeni, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan sebagai langkah awal mendeteksi faktor risiko kesehatan masyarakat sejak dini, bukan untuk diagnosis langsung.

“Cek kesehatan gratis ini merupakan program nasional dari Bapak Presiden Prabowo. Tujuannya sebagai screening awal untuk melihat kondisi kesehatan masyarakat, seperti mendeteksi gula darah atau tekanan darah tinggi sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan pengobatan apabila diperlukan,” ujar dr. Yanti usai rapat lintas sektor di ruang pertemuan UPT Puskesmas Dagangan, Kabupaten Madiun, Selasa (19/5/2026).

Seorang warga menjalani pemeriksaan kesehatan gratis di UPT Puskesmas Dagangan, Kabupaten Madiun, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan tersebut cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau mengakses aplikasi SATUSEHAT Mobile. Namun, bagi lanjut usia maupun warga yang mengalami kesulitan menggunakan aplikasi, pemeriksaan tetap dapat dilakukan hanya dengan menunjukkan KTP.

Menurut dr. Yanti, program tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dini berbagai potensi penyakit, mendeteksi masalah kesehatan sebelum berkembang menjadi lebih serius, serta mencegah munculnya komplikasi.

Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan capaian pemeriksaan kesehatan gratis mencapai 70 persen dari total jumlah penduduk. Khusus wilayah kerja Puskesmas Dagangan, target sasaran mencapai sekitar 17.000 jiwa. Hingga Mei 2026, realisasi capaian program baru menyentuh sekitar 26 persen.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, UPT Puskesmas Dagangan meluncurkan inovasi layanan bertajuk “Lentera Mas”. Melalui program itu, petugas kesehatan turun langsung ke desa-desa dengan sistem jemput bola guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam program “Lentera Mas”, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, tetapi juga layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih komprehensif, seperti pemeriksaan kadar kolesterol, trigliserida, hingga rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG).

“Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganan medis bisa dilakukan sedini mungkin,” kata dr. Yanti.

Pihak Puskesmas Dagangan juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut sebagai langkah menjaga kesehatan dan meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini penyakit.

Rapat lintas sektor UPT Puskesmas Dagangan tersebut digelar dalam rangka pemberdayaan kader untuk mendukung penyelenggaraan program imunisasi dan surveilans PD3I. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Dagangan Dedy Anggoro mewakili Camat Dagangan, Kapolsek Dagangan AKP Eko Harianto, serta Danramil 0803/14 Dagangan Kapten Cke Totok Langgeng.

Selain itu, kegiatan turut diikuti para kepala desa se-wilayah kerja Puskesmas Dagangan, Tim Penggerak PKK desa, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Direktur RSUD Dolopo drg. Mulyadi, Kepala UPT Puskesmas Dagangan dr. Yanti Umi Anggraeni, serta Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. (jum).