JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar khitanan massal di RSUD Dolopo, Selasa (23/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun dan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Madiun.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD Dolopo, Dewi Majasari, Apt., M.Si menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 130 anak yang berasal dari enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Madiun, yakni Dolopo, Kebonsari, Dagangan, Geger, Kare, dan Jiwan.
“Khitanan massal ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun untuk membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dari total peserta, Kecamatan Geger menjadi penyumbang terbanyak dengan 34 anak, disusul Dagangan 28 anak, Dolopo 26 anak, Kebonsari 20 anak, Jiwan 16 anak, dan Kare 11 anak.
Selain mendapatkan layanan khitan gratis, setiap peserta juga menerima paket perlengkapan berupa baju muslim, perlengkapan sekolah, dan uang saku. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, RSUD Dolopo menerjunkan tim medis yang terdiri dari tiga dokter spesialis, tiga dokter umum, serta 44 perawat dan tenaga paramedis lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, mengatakan khitanan massal menjadi salah satu agenda sosial dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun dan Hari Kesatuan Gerak PKK.
Menurut dia, pelaksanaan khitanan massal dibagi di tiga titik, yakni RSUD Dolopo untuk wilayah selatan, Sendangrejo untuk wilayah tengah, dan RSUD Caruban untuk wilayah utara.
“Awalnya target masing-masing lokasi 100 peserta. Namun antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga jumlah peserta bertambah. Di RSUD Dolopo sendiri mencapai sekitar 130 anak dan semuanya tetap kami layani,” kata Dokter Pur, panggilan akrab Wabup Madiun ini.
Ia menegaskan, program tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun sosial. “Khitan bukan hanya bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar bagi anak-anak,” ujarnya.
Salah satu peserta, Winarti, warga Desa Slambur, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai khitanan massal sangat meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
“Saya merasa senang dan sangat terbantu. Selain gratis, lokasinya juga dekat dan pelayanannya baik,” kata Winarti. (jum).