JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun menggelar bimbingan teknis (Bimtek) permodalan usaha peternakan bagi 40 pelaku usaha peternakan dari berbagai kelompok ternak di Kabupaten Madiun, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat DKPP Kabupaten Madiun itu menghadirkan narasumber dari Bank Madiun untuk memberikan pemahaman terkait akses pembiayaan usaha peternakan.

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris Imballo R Siregar, mengatakan peserta berasal dari para pelaku usaha peternakan, mulai dari peternak sapi perah, sapi potong, ayam petelur, hingga peternak kambing.

“Harapannya, permodalan dari perbankan bisa tersalurkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan para pelaku usaha peternakan. Ini juga sejalan dengan visi-misi Bupati Madiun,” ujar Harris.

Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, menyebut sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Para pelaku usaha peternakan mengikuti bimtek permodalan usaha peternakan di ruang rapat DKPP Kabupaten Madiun, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, potensi peternakan di Kabupaten Madiun masih sangat besar. Berdasarkan data ternak per Mei 2026, populasi sapi potong di Kabupaten Madiun mencapai 23.956 ekor, sapi perah 141 ekor, kambing 77.275 ekor serta domba sebanyak 8.798 ekor.

“Potensi ini masih terbuka lebar. Tinggal bagaimana peternak mampu melihat peluang dan memanfaatkan dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha,” kata Paryoto.

Ia menambahkan, penguatan sektor peternakan sejalan dengan misi ketiga Pemerintah Kabupaten Madiun, yakni menumbuhkan perekonomian yang pro-investasi, maju, sinergis, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Sementara itu, narasumber dari Bank Madiun, Sasono, memaparkan skema kredit musiman yang dinilai cocok bagi pelaku usaha peternakan maupun pelaku usaha sektor pertanian.

Skema tersebut merupakan fasilitas kredit modal kerja jangka pendek selama tiga hingga 12 bulan, dengan sistem pembayaran bunga setiap bulan dan pelunasan pokok saat jatuh tempo, menyesuaikan siklus panen atau pendapatan usaha.

“Pengelolaan kredit yang baik sangat penting agar pinjaman benar-benar produktif dan mampu mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Sasono.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) agar memudahkan akses pembiayaan di masa mendatang. Menurutnya, sektor pertanian maupun peternakan menjadi salah satu penopang utama portofolio kredit Bank Madiun dengan kontribusi mencapai 31,47 persen per Maret 2026. (Adv/jum).