JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menyiapkan berbagai bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (lansia) yang sudah tidak mampu beraktivitas atau dikenal dengan istilah lansia ngebrok. Tak hanya memenuhi kebutuhan dasar lansia, Pemkot juga berupaya membantu para pendamping agar lebih mandiri secara ekonomi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun ke sejumlah lansia ngebrok saat gowes Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) menyambangi Warga di Kelurahan Kelun, Jum'at (30/10/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para lansia sekaligus memastikan bantuan yang dibutuhkan agar mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak.
Dari hasil peninjauan, sejumlah lansia diketahui masih membutuhkan perlengkapan dasar, seperti tempat tidur yang layak, kompor untuk memasak, hingga bantuan kebutuhan pangan berupa sembako.
Bagus Panuntun mengatakan, Pemkot Madiun telah mengalokasikan bantuan senilai Rp 8,2 juta per tahun bagi lansia nonpotensial. Selain itu, terdapat tujuh jenis bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat berdasarkan data desil kesejahteraan.
"Untuk bantuan saat ini ada BPNT, bantuan lansia ngebrok, PKH, dan macam-macam. Total ada tujuh jenis bantuan yang basisnya berdasarkan desil," ujarnya.
Tak hanya memperhatikan kebutuhan lansia, Pemkot Madiun juga berupaya meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang setiap hari mendampingi dan merawat mereka.
Menurut Bagus Panuntun, pendamping yang belum memiliki usaha akan diarahkan mendapatkan bantuan peralatan produktif untuk memulai kegiatan ekonomi. Bentuk bantuan yang disiapkan antara lain rombong etalase, mesin pengupas kedelai, hingga mesin pres gelas plastik.
"Kalau pendampingnya bisa berwirausaha, nanti kita arahkan dan beri bantuan modal usaha, bisa berupa peralatan," katanya.
Sementara itu, pendamping yang belum memiliki pekerjaan maupun keterampilan akan difasilitasi mengikuti pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan memiliki bekal untuk membuka usaha secara mandiri.
Melalui program tersebut, Pemkot Madiun berharap bantuan sosial tidak hanya meringankan beban kebutuhan lansia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga atau pendamping yang selama ini merawat mereka. (jum).