JATIMPOS.CO/PAMEKASAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Saifuddin, angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat terkait pelayanan USG untuk ibu hamil di Rumah Sakit (RS) Kusuma, Jalan Raya Bonorogo. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur resmi pengaduan yang telah disediakan oleh fasilitas kesehatan (faskes), alih-alih menyebarkannya di media sosial.

"Kami mengajak masyarakat, pasien, dan keluarga pasien yang merasa kurang puas dengan pelayanan kesehatan, agar menyampaikan keluhan melalui mekanisme resmi yang telah disediakan oleh rumah sakit. Ada kotak saran, nomor pengaduan, bahkan kanal digital tertentu. Itu lebih efektif dan akan langsung ditindaklanjuti," ujar dr. Saifuddin, Rabu (28/05/2025).

Menurutnya, setiap rumah sakit, termasuk RS Kusuma, telah memiliki sistem layanan pengaduan yang dikelola secara profesional. Ia pun menilai Direktur RS Kusuma, dr. Akhmad Marzuki, sebagai sosok yang sangat terbuka terhadap kritik dan berkomitmen meningkatkan mutu layanan.

"Pak Marzuki itu mantan Plt Kadinkes, juga seorang surveyor akreditasi yang sangat peduli pada kualitas layanan. Setiap keluhan yang masuk justru menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan mutu rumah sakit," jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya disiplin terhadap jadwal pelayanan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing rumah sakit.

"Setiap rumah sakit memiliki jadwal layanan yang transparan dan harus dipatuhi baik oleh dokter maupun pasien. Jika tidak sesuai, perlu dikomunikasikan. Misalnya melalui sistem perjanjian atau booking terlebih dahulu. Itu semua merupakan kebijakan internal rumah sakit," tambahnya.

Terkait peran Dinas Kesehatan, dr. Saifuddin menyebut bahwa pihaknya rutin melakukan pembinaan dan pengawasan minimal satu kali dalam setahun ke seluruh rumah sakit, klinik, dan puskesmas di Pamekasan.

"Kami memiliki checklist penilaian yang mencakup lima aspek: manajemen SDM, sarana dan prasarana, pelayanan, alat kesehatan, serta obat-obatan. Hasil dari pengawasan itu kami gunakan untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang harus ditindaklanjuti oleh rumah sakit," pungkasnya. (did).