JATIMPOS.CO/BONDOWOSO - Dalam rangka memberikan perlindungan sosial kepada buruh tani tembakau, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Bukor, Kecamatan Wringin dan melibatkan seluruh Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dari Kecamatan Wringin dan Pakem, serta pengusaha dan pengrajin setempat, Selasa (17/06/2025).
Dalam sambutannya, Asisten 2 Pemkab Bondowoso, Abdurrahman mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi para buruh tani selama menjalankan aktivitasnya.
"Pada tahun 2025, kita memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan yang ditanggung oleh APBD Kabupaten Bondowoso dengan alokasi dana kurang lebih Rp1,2 miliar," Katanya.
Ia menambahkan bahwa perlindungan tersebut berlaku selama 9 bulan, mulai 17 April 2025 hingga 17 Januari 2026.
Menurutnya, selama periode tersebut, apabila terjadi kecelakaan kerja atau kematian pada buruh tani, semua biaya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.
"Tentu kita berharap tidak ada musibah, tapi perlindungan ini penting sebagai bentuk antisipasi dan jaminan sosial," tambahnya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi buruh tani, tetapi seluruh masyarakat dapat ikut serta dalam program ini.
Sementara menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bondowoso, Bayu, turut memberikan paparan sebagai tindak lanjut dari launching yang sebelumnya, dalam rangka sosialisasi program ini dirinya menegaskan pentingnya perlindungan ketenagakerjaan bagi petani di seluruh kecamatan di Bondowoso.
"Sebanyak 8.445 petani di Bondowoso menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui program ini, karena petani memiliki risiko kecelakaan kerja yang tidak kalah besar dibanding pekerja di sektor lainnya, baik saat melakukan aktivitas bertani maupun saat menjual hasil pertanian seperti gabah, " Ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga jaminan hari tua yang sangat dibutuhkan petani di masa depan.
"Jadi selain proteksi jangka pendek, ada juga manfaat jangka panjang yang bisa dinikmati petani," katanya.
Bayu juga mengajak pengusaha dan pengrajin yang hadir pada sosialisasi untuk memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan, baik yang iurannya ditanggung pemerintah maupun yang mandiri.
"Kami berharap sosialisasi ini menjadi motivasi bagi pengusaha dan pengrajin untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya.
Mathari, Kepala Desa Bukor, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah kepada ribuan petani di Bondowoso.
"Sangat beruntung kalau petani bisa mendapatkan perlindungan ini," kata Mathari.
Ia juga berharap ke depan pemerintah desa dapat ikut mengcover iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui APBDes.
Mathari menambahkan bahwa di desanya masih banyak pengusaha kecil dan pengrajin yang belum mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan.
"Karena itu kami undang mereka agar mendengarkan manfaat program ini," katanya.
Menurutnya, selain dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menjadi nilai tambah bagi usaha mereka.
"Pekerja yang terlindungi pasti akan lebih tenang dan produktif," jelasnya.
Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi buruh tani, pengusaha, dan pengrajin dalam program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi masyarakat Bondowoso bisa semakin terjamin.(Eko)