JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Meski sempat tertunda, penyerahan insentif untuk para guru ngaji di Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, kembali dilakukan hari ini.
Kegiatan penyerahan ini melibatkan dua desa, yaitu Desa Kertonogoro dan Desa Kemuningsari, dengan total sekitar 273 penerima dari kalangan guru ngaji.
Program ini adalah kelanjutan dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk memberikan perhatian pada kesejahteraan para pengajar agama.
"Insentif ini diberikan kepada guru ngaji yang datanya telah diverifikasi, setelah adanya penundaan sebelumnya akibat data yang tidak valid atau tidak sesuai, sehingga pihak bank belum dapat menyalurkan bantuan," ungkap camat Jenggawah, Soetjahyo, setelah menyampaikan sambutannya di penyerahan insentif untuk guru ngaji di Balai Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, pada Jum'at (17/10/2025).
Dia menekankan bahwa data yang telah diberikan ke Bank Jatim adalah data yang sah, dan selanjutnya tugas kecamatan adalah untuk memastikan serta mendukung kelancaran proses distribusi insentif.
"Insentif bagi guru ngaji ini merupakan wujud perhatian Pemkab Jember terhadap kontribusi penting dari para guru ngaji. Kami berharap, para guru ngaji akan terus melaksanakan tugas mengajar dengan baik, dan memanfaatkan insentif ini dengan bijak untuk kebutuhan sehari-hari," tegasnya.
Selain penyerahan insentif guru ngaji, acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program unggulan Gus Bupati Jember, yaitu Universal Health Coverage (UHC). "Program ini memungkinkan warga Jember untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di rumah sakit hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jember," jelasnya.
Camat juga menekankan betapa pentingnya sosialisasi ini, karena masih banyak warga yang belum memahami program kesehatan gratis ini. "Kami dari pihak kecamatan bertekad untuk terus menyebarluaskan informasi tentang program-program yang pro rakyat ini setiap kali kami bertemu masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, bagi Fauziah guru ngaji yang setiap hari mengajar di Musholla Dusun Gumukraseh, dirinya sangat senang dan bangga. Pemerintah Kabupaten Jember mau memperhatikan nasib para guru ngaji.
"Alhamdulillah saya sudah terima untuk yang kedua kalinya mas. Terima kasih Gus Fawait, sudah mengangkat harkat dan martabat guru ngaji. Meskipun bukan uang tujuan kami, tapi perhatian Gus Fawait sungguh sangat berarti bagi guru ngaji," lengkapnya. (Ari)