JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bersama dengan Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), sedang mempersiapkan inisiatif baru berupa program rumah subsidi yang ditujukan khusus untuk Mahasiswa universitas.

Hal ini disampaikan saat Kunjungannya di Kabupaten Jember, meninjau lokasi perumahan dan beberapa agenda lainnya, Sabtu, (18/10/2025).

Tujuan dari inovasi ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memiliki rumah, yang selama ini sulit diakses melalui program perumahan yang ada. Mengingat Kabupaten Jember memiliki beberapa universitas, daerah ini menjadi salah satu lokasi penting bagi mahasiswa di Jawa Timur.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jember, Menteri Maruarar mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah Jember atas kemudahan-kemudahan dalam perizinan yang telah diberikan kepada sektor perumahan.

Tiga bentuk kemudahan tersebut mencakup pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis, dan proses perizinan yang cepat tanpa adanya pungutan liar.

"Saya menghargai Bupati Jember Muhammad Fawait, karena pertama, BPHTB sudah tidak dikenakan biaya, kedua, PBG juga gratis, ketiga, proses perizinan berjalan cepat dan tidak ada pungli-pungli yang terjadi di Pemda Jember. Ini adalah hal yang luar biasa," ungkap Menteri Maruarar.

Ia juga mengapresiasi visi kepemimpinan Gus Fawait yang dinilai telah memahami dengan baik berbagai aspek mulai dari makro, mikro, kondisi lapangan, hingga regulasi.

Menteri Maruarar menyampaikan ide kreatif untuk menciptakan model kepemilikan rumah yang cocok dengan karakter mahasiswa. Mengingat masa studi biasanya berlangsung selama empat hingga lima tahun, skema kredit perumahan yang umumnya selama 10 tahun dianggap kurang sesuai.

"Bagaimana mungkin skema kredit rumah sekarang itu paling cepat 10 tahun. Misalnya ada sistem over kredit atau bisa diperjualbelikan setelah lima tahun. Jadi, setelah lima tahun, dia bisa menjualnya, bisa diberikan kepada mahasiswa yang berikutnya," jelasnya.

Menteri memberikan arahan kepada Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, yang juga merupakan alumni Universitas Jember, untuk mempertimbangkan inovasi skema tersebut. Konsep yang diusulkan mencakup beberapa elemen khusus: Desain yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, sistem keuangan yang fleksibel, jangka waktu yang sesuai dengan masa studi, legalitas pemindahan kredit kepada mahasiswa yang baru, dan sistem kepemilikan bersama.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik rencana ini dan menyatakan komitmennya untuk merealisasikannya. Saat ini, Pemkab Jember sedang merumuskan Peraturan Daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan tetap melindungi lahan pertanian yang produktif.

"Kami berkomitmen untuk menjaga lahan pertanian, tetapi kami akan memetakan lahan yang tidak subur yang memang ditujukan untuk perumahan dengan cara yang sebaik mungkin," kata Gus Fawait.

Bupati menekankan bahwa program prioritas presiden akan menjadi fokus di Jember dengan target penyediaan 8.000 unit rumah. Kebutuhan akan perumahan di Jember sangat tinggi, baik dari penduduk setempat maupun dari pendatang luar daerah.

"Tadi ada niatan untuk membuat program khusus bagi mahasiswa yang ada di Jember sehingga kami optimis dapat mewujudkannya tahun depan, insyaAllah dengan skala yang lebih besar," lengkapnya. (Ari)