JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bondowoso resmi membuka Rumah Aspirasi Rakyat, sebagai wadah untuk menampung berbagai keluhan, usulan, serta gagasan masyarakat Bondowoso dari berbagai kalangan, Senin (20/10/2025).
Langkah ini menjadi bentuk komitmen partai berlambang pohon beringin itu dalam mendekatkan diri kepada rakyat dan memperkuat peran politik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Rumah Aspirasi Golkar terbuka untuk siapa pun. Masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya kapan saja, baik terkait pembangunan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosial.
Salah satu isu yang mencuat dalam kegiatan tersebut datang dari kalangan mahasiswa muda Bondowoso. Febri, mahasiswa Muhammadiyah asal Bondowoso, menyampaikan aspirasi terkait program beasiswa pendidikan tinggi.
Menurutnya, banyak lulusan SMA di Bondowoso yang ingin melanjutkan kuliah, namun terkendala oleh ribetnya administrasi dan terbatasnya kuota beasiswa yang disediakan pemerintah daerah.
Ia menilai, program beasiswa yang ada belum mampu menjangkau seluruh masyarakat kurang mampu yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Febri mencontohkan, Kabupaten Banyuwangi memiliki program “Banyuwangi Cerdas” yang tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga membuka peluang magang di sejumlah perusahaan. Begitu juga dengan Kabupaten Jember yang setiap tahunnya menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 10 ribu mahasiswa.
" Kalau Bondowoso bisa punya program seperti itu, tentu banyak teman-teman yang berani melanjutkan kuliah. Karena tidak semua mampu secara ekonomi, tapi punya semangat belajar tinggi. Ini juga bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita," ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengamatannya, hanya sekitar 20 persen lulusan SMA di Bondowoso yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi di Bondowoso masih perlu diperluas.
" Banyak yang sebenarnya ingin kuliah, tapi karena biaya dan proses administrasi yang ribet, akhirnya memilih bekerja. Kalau ada beasiswa dan kemudahan, pasti angka itu bisa naik," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menjelaskan bahwa program beasiswa yang ada di Bondowoso saat ini masih difokuskan bagi keluarga tidak mampu, dan belum mencakup kategori prestasi atau hafiz Al-Qur’an.
" Persyaratan tetap harus ada rekomendasi dari desa. Nanti kami akan sampaikan ke bagian Kesra agar administrasinya tidak dipersulit lagi," tegas Ady Kriesna.
Lebih lanjut, Ady juga menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD Bondowoso untuk ikut aktif membantu dunia pendidikan melalui program mahasiswa binaan.
" Ini perintah saya, semua anggota fraksi wajib punya mahasiswa binaan minimal satu orang. Diberikan beasiswa paling tidak Rp500 ribu per bulan. Mekanismenya terserah masing-masing anggota, yang penting tidak ada hubungan keluarga," jelasnya.
Ia menegaskan, laporan terkait mahasiswa binaan tersebut harus disampaikan bulan depan dan akan diumumkan secara terbuka melalui media sosial Partai Golkar.
" Jadi satu anggota fraksi membina minimal satu mahasiswa tiap tahunnya," lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Bondowoso, Kukuh Rahardjo, menambahkan bahwa keberadaan Rumah Aspirasi bukanlah kegiatan seremonial semata.
" Kapan pun masyarakat bisa datang ke Rumah Aspirasi Golkar. Tidak mungkin semua permasalahan langsung selesai hari ini, tapi kami akan terus mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat," ujarnya.
Kukuh juga menjelaskan, pengelolaan beasiswa di Bondowoso saat ini tidak melekat di Dinas Pendidikan, melainkan berada di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bondowoso, dengan sumber dana dari hibah daerah yang memiliki batas penggunaan tiap tahun.
" Untuk pendaftaran memang online, tapi surveinya tetap dilakukan secara langsung. Kami perlu memastikan kondisi ekonomi dan keadaan rumah calon penerima beasiswa," pungkasnya.(Eko)