JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mulai melakukan Perempesan (pemotongan) dahan pohon pohon yang beresiko tumbang ketika musim penghujan datang. Kegiatan ini diawali dari lokasi Kampus Unej di sepanjang jalan Jawa, Rabu (22/10/2025). 

Operasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana proaktif untuk melindungi masyarakat dan infrastruktur dari risiko pohon tumbang.

Kegiatan krusial ini menunjukkan sinergi kuat antar-instansi daerah. Tim gabungan tersebut terdiri dari:

 1. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBBD): Sebagai koordinator utama kegiatan mitigasi dan penanggulangan risiko bencana di lapangan.

 2. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi dan Kabupaten: Bertanggung jawab memastikan keamanan jalur jalan dan jembatan, serta penanganan material sisa pemangkasan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

 3. Dinas PU Cipta Karya: Turut serta dalam aspek penataan lingkungan dan memastikan keselamatan bangunan di sekitar lokasi.

 4. Dinas Lingkungan Hidup (DLH): Berperan vital dalam menentukan pohon mana yang memerlukan perempesan atau penanganan khusus, serta pengelolaan limbah ranting dan dahan secara ekologis.

 5. Dinas Perhubungan (Dishub): Bertugas mengatur arus lalu lintas di sekitar area pengerjaan untuk menjamin kelancaran dan keamanan publik selama operasi berlangsung.

 6. PLN: Menangani pemangkasan pohon yang berdekatan atau bersinggungan langsung dengan jaringan listrik untuk menghindari korsleting dan gangguan pasokan listrik.

 7. Pemerintahan Wilayah (Kecamatan Sumbersari dan Kelurahan Sumbersari): Bertanggung jawab atas koordinasi wilayah dan mobilisasi sumber daya lokal.

 8. Relawan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana): Menunjukkan peran aktif masyarakat dalam kesiapsiagaan dan dukungan logistik di tingkat lokal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani, dengan tegas menyatakan bahwa fokus pekerjaan saat ini adalah Jalan Jawa. 

"Setelah Jalan Jawa tuntas diamankan, kami akan segera bergeser ke ruas Jalan Kalimantan. Ini adalah jadwal yang sudah ditetapkan dalam rangka percepatan mitigasi risiko di seluruh wilayah rawan," ujar Maryani.

Aksi pemangkasan ini didasari oleh analisis kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan adanya cuaca ekstrem yang sekarang ini, di mana tiba-tiba sore hari terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang.

"Hal ini sangat penting untuk meminimalisir potensi insiden fatal apabila terjadi pohon tumbang yang dikarenakan terpaan angin kencang. Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat," tutupnya.

Aksi ini akan dilakukan secara marathon se-Kabupaten Jember guna sebagai aksi pencegahan bencana pohon tumbang ketika ada hujan lebat disertai angin kencang. (Ari)