JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dalam menekan angka pengangguran terus menunjukkan hasil. Melalui program Pemagangan Dalam Negeri yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Bondowoso, sejumlah peserta berhasil menapaki jalan menuju dunia kerja.

Program yang berlangsung sejak 21 Juli hingga 21 Oktober 2025 ini resmi ditutup pada Senin (21/10/2025).

Kabid Ketenagakerjaan DPMPTSP dan Tenaga Kerja, Jamila Fitri Astuti, menyebutkan bahwa para peserta berasal dari pencari kerja dan alumni pelatihan kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK).

" Mereka dipilih berdasarkan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Alhamdulillah, satu orang sudah direkrut menjadi karyawan, sementara satu lainnya masih lanjut magang mandiri dan rencananya akan ditempatkan di Bali sebagai barista," ujarnya.

Meski demikian, Jamila tidak menampik bahwa ada beberapa peserta yang memilih mundur lebih awal karena telah mendapat pekerjaan di tempat lain. Namun hal itu justru menunjukkan bahwa pelatihan dan magang membuka peluang nyata bagi para peserta.

Ia menegaskan bahwa dalam proses pemagangan, perusahaan tetap menilai kedisiplinan, kejujuran, dan etos kerja.

" Artinya tidak hanya berdasarkan pengalaman atau administrasi, tapi bagaimana peserta menunjukkan tanggung jawab dan semangat kerja selama magang," tandasnya.

Dalam program tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis seperti pembuatan kue dan barista, bekerja sama dengan perusahaan seperti Conato dan Pokphand dan Basmalah yang siap menerima tenaga kerja baru.

Jamila juga mengungkapkan, sejak awal tahun 2025 lebih dari 1.000 tenaga kerja telah terserap, baik melalui program pemerintah maupun secara mandiri.

" Bulan depan kami kembali gelar job fair. Intinya, kami ingin terus berusaha agar masyarakat Bondowoso bisa bekerja dan mandiri," ujarnya optimis.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Setyo Budi, yang menegaskan pentingnya pelatihan kerja agar tidak hanya sebatas seremonial.

" Yang paling penting adalah tepat sasaran dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang sedang mencari pekerjaan," Kata Budi. 

Politisi yang juga Ketua DPC Gerindra Bondowoso itu menambahkan, pihaknya terbuka terhadap kolaborasi dunia usaha maupun donatur untuk memperluas pelatihan kerja.

" Kalau ada pihak swasta yang ingin ikut mendukung, tentu sangat kami apresiasi. Tujuan akhirnya adalah para peserta bisa langsung bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri," pungkasnya.(Eko)