JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Upaya menjaga kualitas dan kebersihan makanan bagi siswa penerima program makan siang gratis terus dilakukan oleh tim dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan.
Setiap hari, sebelum dan sesudah melakukan pemorsian, tim yang terdiri dari dua orang petugas selalu membersihkan area kerja mereka. Kegiatan menyapu dan mengepel dilakukan secara rutin agar dapur tetap dalam kondisi bersih dan layak digunakan.
Tidak hanya fokus pada kebersihan dapur, para petugas juga memperhatikan kebersihan diri masing-masing. Mereka diwajibkan mengenakan sarung tangan, celemek, masker, dan tutup kepala selama bekerja.
Kedisiplinan tersebut menjadi bentuk komitmen petugas SPPG dalam menjaga higienitas makanan yang disajikan kepada para siswa di sekolah.
Hal ini juga sejalan dengan tujuan program makan siang gratis yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.
Menurut Mitra dapur SPPG Kademangan mengatakan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian penting dari tanggung jawab moral dalam memberikan makanan bergizi kepada anak-anak.
" Kalau dapur kotor, makanan bisa terkontaminasi. Jadi, kebersihan itu wajib," ujarnya, Kamis (30/10/2025).
Selain menjaga kebersihan fisik, petugas juga melakukan pengecekan kualitas bahan makanan sebelum dimasak. Bahan yang digunakan harus segar dan sesuai standar gizi yang telah ditentukan oleh tim SPPG.
Menu makanan yang disiapkan pun disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah. Setiap porsi mengandung unsur karbohidrat, protein, sayur, dan buah agar asupan gizi seimbang dapat terpenuhi.
Proses pemorsian dilakukan dengan teliti agar setiap siswa menerima jumlah porsi yang sama dan tetap higienis saat dikirim ke sekolah-sekolah. Seluruh makanan ditempatkan dalam wadah tertutup sebelum dikirim oleh petugas distribusi.
Kegiatan makan siang gratis ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di sekolah.
Dapur SPPG Kademangan menjadi salah satu titik penting dalam rantai penyediaan makanan bergizi tersebut.
Ia menambahkan bahwa kebersihan menjadi indikator utama keberhasilan dapur dalam mendukung program makan siang gratis.
" Kami tidak hanya memasak, tapi juga memastikan makanan yang sampai ke anak-anak benar-benar aman dan bergizi," katanya.
Dengan komitmen tinggi dari para petugas dapur, diharapkan program makan siang gratis ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi serta semangat belajar siswa di Kabupaten Bondowoso.(Eko)