JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Dihadapan ribuan emak emak, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengumumkan paparan optimis dari pemerintah Kabupaten Jember terkait masa depan Kabupaten Jember.
Dalam acara 'Gus'e Menyapa' yang dihadiri ribuan masyarakat di RTH Balung, Gus Fawait menyampaikan evaluasi positif mengenai pelaksanaan program pemerintah daerah sekaligus perkembangan signifikan rute penerbangan baru, Senin (8/12/2025).
Kedua capaian ini menjadikan momentum emas bagi Jember untuk memposisikan diri sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi (Hub) di kawasan Ujung Timur Pulau Jawa.
Bupati Jember, Gus Fawait, menekankan bahwa kesuksesan program daerah sangat bergantung pada pengawasan aktif dari masyarakat sehingga proyek pemerintah berjalan dengan baik.
Dirinya memaparkan bahwa program-program pro-rakyat telah dipantau langsung di lapangan untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik.
"Kami memastikan layanan KTP dan kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Balung, diberikan secara gratis. Kami juga mengecek penyaluran insentif untuk guru ngaji dan program beasiswa," papar Gus Fawait.
"Masyarakat betul-betul mengetahui program Pemkab, dan pelaksanaannya berjalan dengan baik serta diawasi oleh semua," ulasnya.
Untuk memaksimalkan pengawasan, Gus Fawait meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan melalui saluran pengaduan "Wadul Gus", baik melalui WhatsApp maupun media sosial.
Dalam sektor konektivitas, Bupati mengungkapkan hasil evaluasi yang sangat memuaskan terkait penerbangan perdana Jember–Bali.
Ia mencatat bahwa antusiasme masyarakat untuk rute Bali jauh lebih tinggi dibandingkan saat pembukaan rute Jakarta.
"Yang ke Jakarta bagus, yang ke Bali perkembangannya bagus. Ini lebih banyak yang ke Bali," jelasnya.
Perkembangan infrastruktur udara ini membawa dampak berganda (multiplier effect) yang sangat vital bagi Jember dengan Meningkatkan jiwa bangga di kalangan masyarakat Jember dan Meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal, didorong oleh aksesibilitas Jember yang semakin baik.
Bahkan, pengusaha lokal telah merasakan manfaat langsung. Sebagai contoh, ada pengusaha yang langsung memanfaatkan penerbangan Jember-Bali sebagai sambungan (connecting flight) menuju Australia.
Meskipun telah mencapai koneksi cepat (Jakarta terhubung dalam 6–7 bulan, Bali dalam 8–9 bulan), Pemkab menyatakan tidak akan berhenti berjuang.
Gus Fawait menekankan perlunya lobi berkelanjutan dengan pihak-pihak terkait seperti Angkasa Pura, BUMN (PTPN), dan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway (landasan pacu).
"Kalau runway-nya panjang, kita enggak menutup kemungkinan penerbangannya lebih banyak lagi," tegasnya.
Selain itu, Jember juga memiliki potensi besar sebagai pusat umroh terbesar se-Jawa Timur.
Dengan segala pengembangan ini, Kabupaten Jember menargetkan diri menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi (Hub) yang melayani wilayah sekitarnya, termasuk Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Probolinggo. (Ari)