JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 1 resmi menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa dapur SPPG Kademangan 1 telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi sesuai regulasi yang berlaku.
Penerimaan SLHS ini melalui proses verifikasi dan pemeriksaan ketat oleh tim kesehatan lingkungan. Berbagai aspek diperiksa, mulai dari kondisi bangunan, peralatan, sistem pengolahan makanan, hingga manajemen kebersihan dapur secara menyeluruh.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen SPPG Kademangan 1 dalam mendukung program pemenuhan gizi yang aman dan sehat bagi para penerima manfaat. Standar higiene dan sanitasi menjadi fondasi utama dalam setiap proses produksi makanan.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 1, Firmansyah, menyampaikan rasa syukur atas diterimanya sertifikat tersebut. Menurutnya, SLHS bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat.
" Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. SLHS menjadi bukti bahwa kami serius menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan," Katanya, Jum'at (13/02/2026).
Ia menjelaskan, setelah resmi menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pihaknya langsung melakukan sejumlah penyesuaian dan peningkatan standar operasional di dapur SPPG agar kualitas tetap terjaga dan semakin baik.
" Pertama, kami memperketat penerapan SOP kebersihan, mulai dari penggunaan APD lengkap seperti celemek, penutup kepala, masker, dan sarung tangan, hingga kewajiban cuci tangan sesuai prosedur sebelum dan selama proses produksi," jelasnya.
Langkah kedua, lanjut Firmansyah, pihaknya melakukan penataan ulang alur kerja dapur agar lebih sistematis. Area bahan mentah dan makanan matang dipisahkan secara tegas untuk mencegah potensi kontaminasi silang.
" Kita juga meningkatkan jadwal sanitasi rutin. Pembersihan peralatan, lantai, dinding, hingga ruang penyimpanan kini dicatat dalam laporan harian. Penyimpanan bahan pangan juga diawasi sesuai standar suhu serta menerapkan sistem FIFO (First In First Out), " Tuturnya.
Firmansyah menambahkan, pengawasan internal turut diperkuat melalui checklist monitoring harian. Edukasi berkala kepada seluruh tim dapur juga terus dilakukan, khususnya terkait higiene personal dan keamanan pangan.
" Dengan langkah-langkah ini, standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur SPPG menjadi lebih terukur, terdokumentasi, dan konsisten. Kami tidak ingin hanya memenuhi standar saat penilaian, tetapi menjadikannya budaya kerja," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan SOP sebenarnya sudah dijalankan sejak awal operasional dengan mengikuti SOP secara disiplin, kami bisa meminimalisir adanya temuan atau ketidaksesuaian dari hasil produksi.
" Alhamdulillah, selama kami konsisten menerapkan SOP, kualitas produksi dapat terus terjaga. Itu yang menjadi komitmen kami, agar setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG benar-benar aman dan layak dikonsumsi," pungkasnya.(Eko)
