JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Tradisi petik tebu manten yang setiap tahun dilakukan oleh Pabrik Gula (PG) Semboro Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, tidak hanya memiliki makna budaya dan tradisi, namun juga memiliki nilai ekonomis bahwa telah dimulainya proses penggilingan tebu di pabrik tersebut.
Dua batang tebu pria dan wanita yang diberi nama Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis lalu diarak sebelum dimasukkan ke penggilingan tebu sebagai pertanda musim giling dimulai.
General Manager (GM) PG Semboro Ari Suprih Adi Susetyo mengatakan, tradisi Petik Tebu Manten ini, digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas akan dilaksanakannya penggilingan gula tahun ini.
"Filosofi mengawinkan Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis ini sebagai simbol perkawinan antara PG dan Petani agar tetap berhubungan baik. Semoga giling tahun ini diberi kelancaran," kata Ari sapaan akrab GM PG Semboro,Sabtu, (09/05/2026).
Ari menambahkan bahwa proses giling rencananya akan dimulai hari Kamis, (14/05/2026) dan diharapkan selesai akhir September 2025.
"PG Semboro sangat siap, baik dari sisi peralatan permesinan, SDM, maupun kesiapan operasional lainnya. Penyesuaian jadwal dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, mempertimbangkan kearifan local dan strategi untuk memastikan musim giling berjalan lebih optimal, efisien, dan menghasilkan kinerja terbaik," tambahnya.
Tahun ini Jumlah tebu yang akan digiling diperkirakan sebanyak 855.010 ton tebu, Produksi gula sebanyak 62.500 ton gula. Hal ini diprediksi akan naik dari tahun sebelumnya yang hanya 837.000 ton tebu.
"Proses penggilingan akan dilakukan selama kurang lebih 145 hari giling, kapasitas harian 6.200 TCD dengan tebu jenis varietas BL, rendemen dikisaran 7,30," ulasnya.
Di tengah isu global krisi ekonomi PG Semboro bukan sekadar unit industri pengolahan gula, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.
"Pabrik saat musim giling secara langsung memperkerjakan lebih dari 1.200 karyawan. Secara tidak langsung, kegiatan operasional PG Semboro juga menghidupi lebih dari 1.000 sopir angkutan tebu, sekitar 5.000 tenaga tebang, serta ribuan anggota keluarga yang menggantungkan penghidupannya pada keberlangsungan industri gula," lengkapnya.
Musim Giling PG Semboro memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi penting di Kabupaten Jember. Dan perputaran ekonomi juga nantinya bisa menguatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember. (Ari)
