JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2 memanfaatkan masa libur sekolah dan libur operasional dapur untuk melakukan sejumlah perbaikan fasilitas pendukung. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah peningkatan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) guna memastikan limbah dapur terkelola dengan lebih baik dan ramah lingkungan.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kademangan 2, Sekar Ayu Bulan Firdaus, mengatakan bahwa perbaikan dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dapur.
Menurut Bulan, sebelumnya pengolahan limbah dilakukan menggunakan sistem IPAL konvensional yang memanfaatkan bak beton dan proses penyaringan secara manual. Sistem tersebut selama ini berjalan dengan baik dan tidak pernah menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.
" IPAL konvensional menggunakan bak beton dengan proses manual. Namun sekarang kami sudah menggunakan tiga tahap penyaringan sebelum limbah masuk ke mesin untuk disaring kembali," Kata Bulan, Senin (22/06/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi baru tersebut memungkinkan limbah cair mengalami proses penyaringan yang lebih optimal. Selain menyaring kotoran, sistem itu juga dilengkapi mekanisme untuk menghilangkan bau sebelum air dialirkan ke saluran pembuangan.
" Setelah melalui seluruh tahapan pengolahan, air hasil penyaringan kemudian disalurkan ke gorong-gorong dalam kondisi yang telah memenuhi standar kebersihan. Dengan demikian, limbah yang dibuang tidak menimbulkan bau dan gangguan bagi lingkungan sekitar, " Ujarnya.
Bulan menegaskan bahwa meskipun sebelumnya masih menggunakan sistem manual, pihaknya selalu menerapkan prosedur ketat dalam pengelolaan limbah dapur. Karena itu, hingga saat ini tidak pernah ada laporan maupun keluhan dari warga terkait pencemaran atau bau tidak sedap.
" Selama menggunakan sistem manual kami tidak pernah mendapat keluhan dari masyarakat. Kami memang betul-betul menjaga agar limbah yang dibuang sudah bersih dan tidak berbau," katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPAL yang digunakan saat ini tidak hanya berfungsi menyaring sisa minyak. Berbagai kotoran dan partikel limbah dari aktivitas dapur juga dipisahkan terlebih dahulu agar tidak ikut terbawa ke saluran pembuangan.
Menurutnya, hasil akhir dari proses tersebut adalah air yang jauh lebih bersih sehingga risiko pencemaran lingkungan dapat diminimalkan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program pelayanan gizi yang dijalankan SPPG Kademangan 2.
Sementara itu, limbah padat berupa sisa kotoran dan sampah hasil penyaringan tidak dibuang sembarangan. Pengelola dapur menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso melalui program bank sampah untuk penanganannya.
Melalui pembaruan sistem IPAL dan pengelolaan sampah yang terintegrasi, SPPG Kademangan 2 berharap dapat terus menjalankan operasional dapur secara sehat, bersih, dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan contoh pengelolaan limbah yang baik bagi fasilitas pelayanan publik lainnya.(Eko)