JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember kian serius mematangkan program pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga (Homecare). Tak sekadar datang berkunjung, petugas di lapangan nantinya bakal disokong penuh oleh teknologi telemedicine untuk konsultasi medis jarak jauh secara real-time.

Bupati Jember, Gus Fawait, mengungkapkan bahwa integrasi teknologi ini memungkinkan petugas kesehatan langsung menghubungkan pasien dengan dokter umum, spesialis, hingga subspesialis saat berada di kediaman warga.

"Ketika nanti ke lapangan, kalau dirasa membutuhkan konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis, nanti disediakan fasilitas telemedicine atau melalui handphone, seperti layanan Halodoc dan sejenisnya," ujar Gus Fawait saat meninjau Puskesmas Pakusari, Senin (20/7/2026).

Melalui sistem ini, tim medis dapat langsung mengambil keputusan secara presisi. Penanganan Tepat: Menentukan apakah pasien cukup menjalani perawatan di rumah atau harus dirujuk ke rumah sakit. Pengobatan Langsung: Menentukan resep obat yang dibutuhkan pasien. Layanan Antar Obat: Jika pasokan obat tidak terbawa oleh petugas, Pemkab Jember telah menyiapkan sistem pengantaran langsung ke rumah warga.

"Sehingga nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa, akan kita antar nanti obatnya," tambah Gus Fawait.

Untuk memastikan jangkauan program ini merata hingga ke seluruh pelosok Jember, Pemkab menyiagakan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang akan bergerak aktif mendatangi rumah-rumah warga.

Gus Fawait menegaskan bahwa komitmen pelayanan ini tidak setengah-setengah. Pelayanan homecare disiapkan beroperasi penuh tanpa henti.

"Ada 1.200 nakes. Jadi, 1.200 nakes itulah yang akan nanti keliling-keliling untuk melaksanakan home care. Pelaksanaannya 24 jam, pokoknya sampai tuntas," lengkap Gus Fawait. (Ari)