JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Sebanyak 116 petugas kesehatan disiagakan untuk menangani kebutuhan medis jemaah pada puncak Haul KH Abdul Hamid ke-45 di Kota Pasuruan, Sabtu (22/8/2026). Sebanyak 11 pos kesehatan dan 12 ambulans disiapkan di sejumlah titik untuk mempercepat penanganan.
Petugas mulai menempati pos masing-masing sejak pukul 05.30 WIB. Mereka berjaga selama rangkaian kegiatan berlangsung, menyusul kepadatan jemaah di kawasan Pondok Pesantren Salafiyah dan sekitarnya.
Pos kesehatan tersebar di Poskestren Salafiyah Putra, kawasan Pondok Putri, Gedung Airis, Kantor Muadalah Putri, hingga sejumlah titik sekitar alun-alun dan kompleks pesantren.
Setiap pos diperkuat dua hingga tiga personel. Pola tersebut diterapkan agar jemaah yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera memperoleh pertolongan awal.
Selain pos medis, 12 unit ambulans disiagakan untuk mendukung evakuasi apabila terdapat jemaah yang memerlukan pemeriksaan atau perawatan lebih lanjut.
Pelayanan kesehatan telah berjalan sejak 16 Agustus 2026. Pada tahap awal, lima pos kesehatan dioperasikan sebelum jumlahnya ditingkatkan menjadi 11 titik saat puncak haul.
Sebanyak 116 personel berasal dari PSC 119 Dinas Kesehatan, puskesmas, PMI, RSUD dr. R. Soedarsono, dan RS Graha Sehat Medika. Mereka bekerja dengan sistem pergantian untuk menjaga kesiapsiagaan sepanjang kegiatan.
Dukungan puskesmas melibatkan PKM Kebonsari, Kandangsapi, Bugul Kidul, Kebonagung, Gadingrejo, Karangketug, Trajeng, dan Sekargadung.
Koordinator Timkes Haul KH Abdul Hamid, dr. Shierly Marlena, M.M., mengatakan penempatan petugas dilakukan sedekat mungkin dengan lokasi konsentrasi jemaah.
“Petugas ditempatkan di sejumlah lokasi strategis agar jemaah mudah mendapatkan pelayanan ketika membutuhkan pertolongan medis,” ujarnya.
Ia menyebut penanganan tidak berhenti pada pertolongan pertama. Jemaah yang memerlukan pemeriksaan lanjutan akan dikoordinasikan dengan ambulans dan fasilitas kesehatan rujukan.
Petugas Timkes juga mengimbau jemaah segera mendatangi pos kesehatan ketika mengalami keluhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk di tengah kepadatan massa.
“Kalau merasa pusing, lemas, atau mengalami keluhan lainnya, segera datang ke pos kesehatan terdekat. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin berat,” kata petugas Timkes.