JATIMPOS.CO//SURABAYA - Persoalan kesehatan di tingkat lingkungan sering kali baru mendapat perhatian ketika kondisi warga sudah memburuk. Padahal, berbagai gangguan kesehatan sebenarnya dapat dikenali lebih awal jika terdapat sistem pemantauan yang aktif di tingkat RW.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan atau Bang Jo, saat mengunjungi Posko Siaga (Posga) RW 2 Wiyung, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut tidak sekadar melihat aktivitas kader, tetapi juga mendorong Posga agar menjalankan fungsi kewaspadaan kesehatan secara lebih konkret.
Bang Jo menilai kader Posga memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat. Mereka dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui perubahan kondisi kesehatan warga sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
“Posga ini harus menjadi mata dan telinganya masyarakat dalam urusan kesehatan. Kalau ada persoalan kesehatan yang ditemukan di lingkungan, jangan menunggu sampai parah. Segera dipantau dan dilaporkan,” ujar Bang Jo.
Menurut dia, deteksi dini harus menjadi salah satu ukuran keberhasilan Posga. Kader tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan pelayanan, tetapi juga perlu memiliki data dan informasi mengenai persoalan kesehatan yang muncul di wilayah masing-masing.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah anemia pada remaja putri. Kondisi tersebut, kata Bang Jo, perlu dipantau sejak awal sehingga remaja yang mengalami anemia dapat segera memperoleh tindak lanjut.
Persoalan lain adalah stunting pada anak. Jika ditemukan indikasi maupun kasus stunting, kader diminta tidak berhenti pada pencatatan, tetapi segera meneruskannya kepada Puskesmas agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Kalau ada indikasi stunting, segera dilaporkan ke Puskesmas. Jangan sampai menunggu kondisinya semakin berat baru ditangani,” tegasnya.
Selain anak dan remaja, kelompok lanjut usia juga menjadi bagian penting dalam pemantauan. Kader diharapkan mengetahui kondisi lansia yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk mereka yang memerlukan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Bang Jo juga mengingatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang sedang banyak terjadi di masyarakat, termasuk influenza. Warga yang mengalami gejala mengkhawatirkan perlu didorong untuk segera memeriksakan diri sehingga penyakit dapat ditangani lebih cepat.
“Intinya adalah deteksi dini. Semakin cepat kita mengetahui ada persoalan, semakin cepat pula bisa dilakukan tindak lanjut. Posga harus hadir sebagai bagian dari sistem kewaspadaan kesehatan di masyarakat,” katanya.
Bang Jo berharap Posga RW 2 Wiyung mampu memperkuat komunikasi antara kader, warga, Puskesmas, dan perangkat wilayah. Dengan pola tersebut, informasi mengenai persoalan kesehatan tidak berhenti di tingkat lingkungan, tetapi segera bergerak menjadi tindakan.
Penguatan Posga, menurutnya, pada akhirnya bukan sekadar memperbanyak aktivitas kader. Yang lebih penting adalah memastikan tidak ada persoalan kesehatan warga yang terlambat diketahui.
“Kalau kader aktif memantau dan warga mau melapor, persoalan kesehatan bisa diketahui lebih cepat. Dari situ penanganannya juga bisa lebih cepat dan tepat,” pungkas Bang Jo.(fred)