JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN - Pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pasuruan Kota diperkuat dengan melibatkan sekolah dan kader Posyandu. Evaluasi mencakup keamanan pangan, kualitas makanan, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat, Selasa (15/9/2026).

Koordinasi tersebut berlangsung di RM Kebon Pring, Jalan Soekarno Hatta, Kota Pasuruan. Sebanyak 46 Person in Charge (PIC) sekolah dan kader Posyandu penerima manfaat SPPG Polres Pasuruan Kota mengikuti kegiatan tersebut.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H., hadir bersama Ketua YKB Cabang Pasuruan Kota Aldia Arief, Plt Kasiwas AKP Rio Sagita Wardana, PIC SPPG Anida Miftaful, Kepala SPPG Muhammad Rudi Khoiruddin, S.Pd., mitra yayasan, serta staf SPPG.

Pembahasan difokuskan pada pengendalian mutu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Pemeriksaan bahan baku, pengolahan, kebersihan dapur, pengujian keamanan pangan, penyimpanan sampel, dan distribusi menjadi bagian dari tahapan yang dibahas.

Kepala SPPG Polres Pasuruan Kota Muhammad Rudi Khoiruddin menjelaskan bahwa standar operasional diterapkan sejak bahan baku diterima hingga makanan siap disalurkan. Pengendalian tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Selain aspek produksi, pengawasan juga mencakup kelayakan fasilitas dan administrasi operasional. Plt Kasiwas Polres Pasuruan Kota AKP Rio Sagita Wardana menyebut legalitas, sarana-prasarana, serta kepatuhan terhadap SOP keamanan pangan menjadi bagian yang diperhatikan.

Dalam forum evaluasi, PIC dan kader Posyandu menyampaikan sejumlah masukan berdasarkan pelaksanaan di lapangan. Hal yang dibahas antara lain variasi menu, ukuran buah, waktu distribusi, serta penggunaan segel pada kemasan makanan.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi pengelola SPPG. Penyampaian secara langsung diharapkan dapat mempercepat identifikasi kendala sekaligus memperbaiki pelayanan kepada penerima manfaat.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo mengatakan pengawasan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang berada dalam rangkaian pelaksanaan MBG. “Pengawasan harus dilakukan bersama, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat,” ujarnya.

Ia meminta setiap kendala yang ditemukan segera disampaikan untuk ditindaklanjuti melalui evaluasi. “Jika ada kendala atau masukan, segera disampaikan agar dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan,” kata Arief.

Ketua YKB Cabang Pasuruan Kota Aldia Arief menegaskan bahwa pelaksanaan SPPG merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. “Kami ingin makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, bergizi dan layak,” ujarnya.

Aldia juga memastikan ruang evaluasi tetap terbuka bagi PIC dan penerima manfaat. “Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari para PIC maupun penerima manfaat,” katanya. (shl)