JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Kirab budaya “999 Satriyo Piningit” dipastikan menjadi magnet utama dalam gelaran Pasoeroean Tempo Doeloe 2026 di Kota Pasuruan yang akan dihadiri langsung Wali Kota Pasuruan H. Adi Wibowo dan Wakil Wali Kota H. M. Nawawi, Sabtu sore (4/4/2026).

Rangkaian acara tersebut menjadi bagian dari festival budaya tahunan yang berlangsung pada 4–12 April 2026. Ratusan peserta dari berbagai komunitas seni dan budaya akan ambil bagian dengan mengenakan busana tradisional serta menampilkan atraksi khas Nusantara.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menjaga warisan budaya daerah. “Event ini harus menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus memperkuat identitas Kota Pasuruan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kirab menjadi indikator tingginya antusiasme terhadap pelestarian tradisi lokal.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, menyebut kirab budaya sebagai momentum kebangkitan sektor seni dan pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menarik perhatian publik lebih luas.

“Kirab ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan agar generasi muda semakin mencintai budaya sendiri,” katanya.

Sementara itu panitia pelaksana Ketua MATRA ,  Rahmat amaludin menjelaskan bahwa konsep “999 Satriyo Piningit” diangkat untuk menggambarkan semangat kepahlawanan dan nilai luhur budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Ia menuturkan, selain kirab, berbagai kegiatan lain juga disiapkan, termasuk ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan bakat selama event berlangsung.

"Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Pasoeroean Tempo Doeloe 2026 diharapkan mampu menjadi agenda unggulan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menguatkan jati diri budaya Kota Pasuruan," ungkapnya. (shl)