JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun mulai direalisasikan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun menyatakan program ini telah memasuki tahap pelaksanaan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada penjaringan peserta didik serta pelaksanaan teknis di lapangan.

“Sekolah Rakyat ini sudah kita mulai. Kami melakukan pendataan calon peserta didik, sementara sarana dan prasarana sudah diakuisisi oleh pemerintah pusat. Jadi daerah tinggal menjalankan,” ujar Agus Sucipto saat ditemui di Madiun, belum lama ini.

Menurut Agus, program Sekolah Rakyat menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).

Ia menyebutkan, target kuota peserta didik dalam program tersebut mencapai 1.200 orang. Namun demikian, angka tersebut bersifat fleksibel dan tidak menjadi batas mutlak.

“Targetnya memang 1.200 peserta didik untuk semua jenjang. Tapi itu tidak harga mati. Kalau di tengah perjalanan ada siswa yang ingin bergabung, tetap bisa diterima,” jelasnya.

Agus menambahkan, fleksibilitas kuota tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Pemerintah Kabupaten Madiun pun menyambut positif pelaksanaan program ini, mengingat peran strategisnya dalam meningkatkan pemerataan pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dengan mulai berjalannya Sekolah Rakyat, diharapkan semakin banyak anak usia sekolah di Kabupaten Madiun yang mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan. (jum).