JATIMPOS.CO/JOMBANG - Suasana pagi hari Pasar Ploso di Jombang nampak sudah ramai sejak menjelang shubuh. Pedagang mulai menggelar dagangan, berbagai komiditi berbagai jenis sayuran hingga sembako nampak dijajakan oleh pedagang.

Meski rrevitalisasi pasar ploso mulai dilakukan, namun aktivitas berjalan seperti biasa, meski alat berat dan papan proyek mulai terlihat di tengah pasar.

Diketahui, Pasar Ploso tengah bersiap menyambut wajah baru. Mulai tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi memulai proyek revitalisasi pasar tradisional tersebut.

Tujuannya adalah membuat pasar lebih bersih, nyaman, dan tertata. Namun, tantangan muncul. Bagaimana menjaga roda ekonomi tetap berputar di tengah proses pembangunan.

“Pekerjaan proyek sekarang di bagian tengah, jadi kami masih bisa jualan di depan,” kata salah satu pedagang, sambil menata sayuran sembari melayani pembeli.

Menurut para pedagang, proyek ini adalah harapan baru. Pasar yang selama ini dikenal sempit dan kumuh, diharapkan berubah menjadi tempat jual beli yang lebih layak.

“Semoga pasarnya nanti lebih bagus. Yang penting kami tetap bisa cari nafkah,” ungkapnya, yang telah berjualan di Pasar Ploso lebih dari 5 tahun.

Sebagai informasi proses relokasi pedagang dirancang bertahap. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang menerapkan sistem yang fleksibel agar proyek bisa jalan, tetapi aktivitas pasar tetap hidup.

“Saat ini pedagang masih bisa menyesuaikan. Mereka jualan pagi sampai pukul sembilan, setelah itu giliran alat berat masuk,” terang Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting Disdagrin Jombang, Yustinus Harris Eko Prasetijo, Kamis (31/07/2025).

Tahap selanjutnya akan dimulai akhir Agustus 2025. Sekitar 80 pedagang akan dipindah ke lokasi sementara, seiring proyek bergeser ke bagian depan pasar.

Tidak hanya Pasar Ploso yang berbenah. Di Pemkab Jombang juga mulai membangun Pasar Buah Sub Terminal Ploso, sebagai pusat komoditas hortikultura.

Beberapa pedagang buah kini menempati teras ruko di sisi timur pasar. Tempat itu masih kosong, tetapi cukup untuk menampung sementara waktu.

“Lapak pedagang pagi juga digunakan oleh pedagang sore, jadi mereka harus merapikan dagangan setelah selesai,” tambah Haris sapaan akrabnya.

Dengan koordinasi yang terus dijaga antara pemerintah dan pedagang, revitalisasi pasar ini diharapkan berjalan lancar tanpa mematikan ekonomi warga. Pasar tetap hidup, pembangunan terus berjalan, pungkasnya. (her)