JATIMPOS.CO//SURABAYA – Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Kota Surabaya terus memperluas jejaring kerja sama dan pertukaran pengetahuan di tingkat internasional. Kali ini, perusahaan daerah tersebut menerima kunjungan studi sebanyak 32 mahasiswa Program Studi Teknologi Lingkungan dari Mahidol University, Thailand, yang didampingi dosen serta 14 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) itu menjadi bagian dari program student exchange antara Mahidol University dan Unair yang telah berlangsung selama tiga hari dari total satu pekan. Melalui kunjungan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan mempelajari secara langsung sistem pengolahan air bersih yang diterapkan PAM Surya Sembada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Surabaya.
Manajer Produksi Karangpilang PAM Surya Sembada, Didik Hariyanto, mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran rombongan mahasiswa dari Thailand dan Unair. Menurutnya, kunjungan akademik seperti ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan teknologi pengolahan air bersih yang telah diterapkan di Surabaya.
"Kami sangat senang dan menyambut baik kedatangan rekan-rekan mahasiswa dari Mahidol University Thailand serta Universitas Airlangga. Melalui kunjungan ini, kami dapat berbagi pengetahuan mengenai proses pengolahan air bersih dan teknologi filtrasi yang andal untuk melayani masyarakat Kota Surabaya," ujar Didik.
Mahidol University sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Thailand. Berdasarkan QS World University Rankings 2027, kampus tersebut menempati peringkat ketiga secara nasional dan berada di posisi ke-276 dunia.
Selama berada di IPAM Karangpilang, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil PAM Surya Sembada melalui tayangan video perusahaan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Menariknya, penyampaian materi dilakukan dalam bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan bahasa Thailand sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap penjelasan dengan baik.
Usai sesi presentasi, rombongan diajak meninjau langsung fasilitas pengolahan air di IPAM Karangpilang I dan II. Mereka didampingi Supervisor Pengolahan Karangpilang I Teguh Harijanto, Supervisor IPAM Karangpilang II Hery Soesanto, serta staf senior Pengendalian Proses dan Energi, Dede Ariyanti dan Muhammad Deny Azwar.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, mahasiswa diperlihatkan secara langsung tahapan proses pengolahan air baku, mulai dari prasedimentasi hingga teknologi filtrasi yang menjadi bagian penting dalam menghasilkan air minum berkualitas bagi warga Surabaya.
Perwakilan mahasiswa Mahidol University, Puncharatt Janya atau yang akrab disapa Kaowpun, mengaku terkesan dengan sistem pengolahan air yang dimiliki PAM Surya Sembada. Selain memperoleh wawasan baru, ia juga merasakan keramahan masyarakat Surabaya selama mengikuti program pertukaran pelajar.
"Suasana, budaya, dan masyarakat di Surabaya ramah dan hangat. Selain itu, kami melihat secara langsung sistem fasilitas pengolahan air di Surabaya dan mendapatkan banyak wawasan baru mengenai teknologi pengolahan air yang efektif," ungkap Kaowpun.
Sementara itu, dosen pendamping dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Danar Arifka Rahman, menjelaskan bahwa kunjungan ke IPAM Karangpilang merupakan bagian penting dari rangkaian student exchange. Menurutnya, fasilitas yang dimiliki PAM Surya Sembada sangat relevan dengan bidang keilmuan para peserta.
"Tujuan utama kunjungan ini adalah mempelajari sistem dan teknologi filtrasi air yang diterapkan oleh PAM Surya Sembada, yang sejalan dengan bidang studi para mahasiswa," jelas Danar.
Melalui kegiatan tersebut, PAM Surya Sembada tidak hanya memperkenalkan inovasi dan teknologi pengolahan air bersih yang dimiliki, tetapi juga memperkuat perannya sebagai mitra pembelajaran bagi kalangan akademisi internasional. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pelayanan publik dalam pengembangan teknologi lingkungan yang berkelanjutan. (fred)