JATIMPOS.CO/KABUPATEN MOJOKERTO – Pastikan kesiapan serta strategi pemenangan para Calon Legislatif (Caleg ) yang akan berkontestasi pada pemilihan legislatif 2024 mendatang, DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Mojokerto gelar acara pendidikan politik caleg, di Den Bei Resto dan Cafe Family, Pungging Kabupaten Mojokerto, Rabu (5/10/2022) malam.
Selain dihadiri Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Mojokerto M. Syaichu Subhan, acara pendidikan politik Caleg Hanura dengan tema bersama bakal caleg Hanura wujudkan masyarakat Mojokerto maju, adil dan makmur, dihadiri oleh Pendiri Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, MA.
Acara pendidikan politik yang merupakan pemanasan partai menuju pemilihan legislatif 2024, diikuti ratusan orang terdiri dari kader, simpatisan, pengurus maupun bakal caleg Partai Hanura Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, KH. Asep Saifudin Chalim mengatakan, dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur, harus terlebih dahulu merebut Bupati dan Wakil Bupati dan anggota dewan. ”Kita harus memperjuangkan jabatan bupati, wakil Bupati yang kiprahnya berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat, serta didukung oleh anggota DPRD Kabupaten Mojokerto,“ jelasnya.
Asep Saifudin juga memberikan strategi untuk kemenangan suara, yakni caleg harus memiliki akses intelektual (cerdas), mampu membuat keputusan - keputusan, analisa untuk dijadikan pedoman. “Misalkan punya kesepakatan semua harus menang dalam artian beberapa suara dari caleg harus dihargai oleh caleg yang menang di satu daerah pemilihan, agar mereka termotivasi untuk mendulang suara,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, untuk menang caleg harus memiliki akses jaringan massa dan terbentuk jaringan terstruktur, caleg harus bisa bentuk jaringan, per desa (kordes) lalu per rukun tetangga (Koordinator RT). ”Kami siap memfasilitasi para caleg Partai Hanura bila lakukan pengumpulan Koordinator Desa, Koordinator RT per Dapil, serta diintensifkan konsolidasi, motivasi dan itu semua kami siap beri uang transport,” ujar Kiai Asep.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Kabupaten Mojokerto, H. Syaichu Subhan mengatakan, pendidikan politik dan strategi yang dipakai sangat perlu untuk bisa mendulang suara sebanyak-banyaknya pada pemilihan legislatif 2024.
Politisi senior di Kabupaten Mojokerto ini, juga memberikan contoh dirinya bisa terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto sampai 3 periode, syaratnya harus memiliki semangat kemenangan yang tinggi, memiliki jaringan grassroot (massa) yang solid terstruktur, dan dukungan finansial. ”Bagi saya untuk bisa menjadi wakil rakyat, dukungan finansial itu nomor terakhir, yang utama kemauan kita yang kuat untuk menang dan modal dasar jaringan yang solid,” ucapnya.
Syaichu panggilan ketua DPC Hanura ini, pada pileg 2024 ini bakal terapkan strategi yang bakal dipakai semua caleg untuk raih kemenangan, akan menghargai setiap suara yang dihasilkan oleh caleg yang berkontribusi dalam satu dapil. Misalkan ada caleg yang perolehan suaranya tidak lebih dari 300 suara, jumlah suara tersebut dikalikan Rp30 ribu per suara. “Misalkan caleg si A suaranya pada pileg hanya raih 299 suara, berarti 299 x 30 ribu, nantinya caleg A itu tidak jadi dewan, tapi dia mendapat pembayaran Rp 8.970.000, dibayar oleh caleg yang terpilih dalam satu dapil dan setelah dewan yang satu dapil tersebut dilantik.,” jelasnya.
Masih kata Syaichu menerangkan, apabila caleg B meraih suara lebih dari 300 nantinya dikalikan 1000/bulan. ”Misal caleg B raih 1000 suara berarti caleg B tiap bulannya mendapatkan uang 1000 x Rp 1000 = Rp 1 juta per bulan, ditranfer via Bank Jatim,” imbuhnya. (din)