JATIMPOS.CO/TUBAN - Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskemas Sumurgung, Kecamatan Palang, Tuban menjadi forum visioner. Gagasan lahir dari partisipasi publik yang mengupas tentang perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi pelayanan kesehatan di puskesmas.

"Ada komunikasi dua arah antara puskesmas, masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan. Di dalamnya menyampaikan aspirasi, masukan, dan kebutuhan pelayanan kesehatan," ujar Kepala Puskemas Sumurgung, dr Dian Ambarsari kepada wartawan, Minggu (10/5/2026).

dr Dian mengatakan acara triwulanan ini forum mengevaluasi mutu pelayanan publik puskesmas. Termasuk akses layanan, kepuasan masyarakat, inovasi pelayanan dan penanganan pengaduan. Selanjutnya, juga mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan pelayanan yang dihadapi di wilayah kerja puskesmas secara bersama-sama.

"Jelas, tujuannya menyinergikan program kesehatan dengan program lintas sektor agar pelaksanaan kegiatan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan," ujar Dian.

Selain satu hal tersebut dokter ini membuka diri bahwa saran, kritik, dan solusi konstruktif untuk perbaikan mutu pelayanan dibutuhkan. Semua itu demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, ramah, inklusif, dan berkualitas sesuai kebutuhan masyarakat.

"Giat FKP juga bisa mendukung tercapainya indikator kinerja Puskesmas serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan pelayanan prima," imbuh dr Dian.

Sementara itu, Pj Inovasi Puskemas Sumurgung, drg Triyana Rochmawati menjelaskan, pelayanan kesehatan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Ia menyinggung ada beberapa inovasi yang dikembangkan Puskesmas Sumurgung. 

Pertama "PAK EDI CAKEP". Yaitu Paket Edukasi Digital calon pengantin, masa kehamilan dan persalinan. Inovasi ini sebuah pelayanan yang berfokus pada peningkatan efektivitas dan kemudahan akses. Serta informasi edukatif kepada masyarakat terhadap layanan kesehatan. 

Kedua DOKGIMAS PENTING, yang artinya dokter gigi puskesmas peduli pencegahan dan penanganan stunting. Inovasi tentu mendukung peningkatan isu strategis nasional dalam penanganan stunting. Yaitu melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pelayanan gigi pada ibu hamil dan balita. 

Selanjutnya ketiga, pelayanan program penyakit menular, "DARLING TB". Inovasi ini sebagai bentuk penguatan pelayanan dan pendampingan pasien tuberkulosis. Melalui inovasi ini, petugas kesehatan berupaya meningkatkan kepatuhan pengobatan, memperluas penjangkauan pasien. Serta memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan TB.

Ada juga keempat inovasi "ANTRI KOMPAS" menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas pelayanan. Inovasi ini berupa sistem antrian yang memberikan prioritas bagi pasien yanh mendapat kompensasi layanan. Terutama, untuk pasien poli khusus yakni penyakit menular TB, HIV, kusta, serta persalinan dan penyandang disabilitas.

"Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih nyaman,efisien dan cepa,t" kata drg Triyana.

Selanjutnya, inovasi terkait pembangunan zona integritas adalah pojok anti pungli dan gratifikasi di Puskesmas Sumurgung. Inovasi ini disebut Polisi Masgung. 

Pada forum tersebut, Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan mengapresiasi Puskesmas Sumurgung atas berbagai inovasi. Diharapkan, semakin memudahkan masyarakat menikmati pelayanan yang ada di Puskemas Sumurgung.

"Semoga inovasinya memberikan manfaat untuk masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik linta sektor ini telah dihadiri Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan YW, Kapolsek Palang, AKP Wakhid Nurcahyo, Danramil Palang, Kepala KUA, TKSK dan Kepala Desa di Kecamatan Palang. Selain itu, tokoh masyarakat yang hadir diantaranya, Muslimat, Aisiyah, Kader Kesehatan, Pasien TB, Pasien HIV dan jejaring klinik Muhammadiyah Panyuran. (min)