JATIMPOS.CO/BOJONEGORO – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Fauzan Fuadi, menyerap beragam aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Pondok Pesantren Al-Is'af, Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/7/2026). 

Warga menyampaikan berbagai usulan mulai dari kebutuhan irigasi pertanian, Jalan Usaha Tani (JUT), hingga program beasiswa bagi pelajar.

Fauzan mengatakan, hingga hari ketiga pelaksanaan reses, dirinya telah mengunjungi empat titik di Kabupaten Bojonegoro, yakni Kecamatan Sekar, Purwosari, Bojonegoro Kota, dan Sukosewu. Menurutnya, setiap wilayah memiliki persoalan dan kebutuhan yang berbeda.

"Alhamdulillah, sampai hari ini saya sudah melaksanakan reses di Kecamatan Sekar, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Kota, dan hari ini di Kecamatan Sukosewu. Aspirasi yang disampaikan kepada kami juga macam-macam," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat adalah kebutuhan irigasi pertanian melalui pembangunan sumur resapan. 

Namun, menurutnya, pembangunan sumur di Bojonegoro memerlukan kajian khusus karena wilayah tersebut merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi.

"Bojonegoro ini unik. Kita daerah penghasil gas dan minyak bumi. Untuk membuat sumur bor di Bojonegoro harus melalui kajian yang cukup rumit karena dikhawatirkan saat dibor bertemu jalur minyak. Sehingga tidak bisa sembarangan. Maka terhadap usulan itu kami minta masyarakat bersabar, prosesnya akan tetap kami kawal dengan sekuat tenaga," katanya.

Fauzan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari DPRD Kabupaten Bojonegoro, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan anggaran pembangunan sumur resapan di 94 titik.

"Di Bojonegoro juga sudah mengalokasikan sejumlah anggaran dan sudah ada 94 titik sumur resapan yang ditangani Pemerintah Kabupaten. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan DPRD harus saling membuka kanal koordinasi karena tidak mungkin semuanya ditangani oleh provinsi," jelasnya.

Selain persoalan irigasi, Fauzan mengatakan masyarakat Kecamatan Sekar juga mengusulkan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT), pengembangan program perhutanan sosial, serta peningkatan kualitas jalan lintas kabupaten yang menghubungkan Bojonegoro dengan Kabupaten Madiun.

"Kami juga menerima aspirasi terkait jalan lintas kabupaten. Di wilayah perbatasan masih ada ketimpangan kualitas jalan. Ini menjadi catatan penting karena menyangkut interkonektivitas pembangunan antarwilayah yang perlu dikomunikasikan di tingkat provinsi," ungkapnya.

Sementara itu, pada pelaksanaan reses di Kecamatan Purwosari, masyarakat lebih banyak menyampaikan aspirasi mengenai pendampingan bagi pemuda untuk mengakses lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga program beasiswa pendidikan.

Fauzan menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan diverifikasi terlebih dahulu agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah pusat.

"Semuanya kami tampung, kami lakukan verifikasi dan analisis mana yang menjadi kewenangan kami di provinsi, mana yang menjadi kewenangan kabupaten, dan mana yang harus diteruskan ke pemerintah pusat. Yang penting seluruh aspirasi masyarakat tetap kami kawal agar bisa ditindaklanjuti," pungkasnya. (zen)