JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Pemerintah Kota Pasuruan menggelar kegiatan “The Road to Bali Barber Expo 2026” di Ascent Premiere, Selasa (19/5/2026), yang menghadirkan barber asal Portugal, Fabio Marques.

Kegiatan ini diikuti pelaku usaha barbershop di Kota Pasuruan sebagai bagian dari pengembangan keterampilan di sektor industri kreatif.

Wakil Wali Kota Pasuruan M Nawawi hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada komunitas barber.

“Soliditas sesama pelaku industri barbershop ini menggambarkan sebuah kebersamaan. Saya yakin ke depan identitas Kota Pasuruan Raya bisa menjadi rujukan bagaimana usaha barbershop berkembang dan naik kelas,” ujar Nawawi.

Ia menilai profesi barber kini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan sampingan, melainkan sektor usaha nonformal yang memiliki prospek besar dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru. Karena itu, Pemkot Pasuruan mendorong pelaku usaha mulai memperkuat legalitas melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain aspek legalitas, Nawawi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, kemampuan teknis, pelayanan pelanggan, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor utama agar usaha mampu bersaing di tengah pertumbuhan industri barbershop yang semakin pesat.

“Kalau ingin naik kelas, harus punya cita-cita besar. Penguatan soft skill, hard skill, pelayanan, dan digitalisasi menjadi kunci agar industri ini berkembang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut diisi sesi edukasi dan demonstrasi teknik potong rambut dari Fabio Marques. Kehadiran barber internasional itu diharapkan membuka wawasan baru bagi barber lokal dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengikuti perkembangan tren global.

Dalam kesempatan itu, Nawawi juga mengingatkan agar persaingan usaha dijalankan secara sehat. Ia meminta para pelaku usaha tidak terjebak perang tarif yang justru merugikan bisnis, melainkan fokus membangun kualitas dan ciri khas layanan masing-masing.

“Jangan saling membunuh lewat harga. Kalau kualitas meningkat dan pelayanan bagus, pelanggan pasti datang,” tegasnya. (shl)