JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN - Lomba burung puter pelung Pemersatu Pecinta dan Pelestari Puter Pelung Seluruh Indonesia (P5SI) Madiun tingkat Jawa Timur kembali digelar di Gantangan Benggol Joyo, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Minggu (23/8/2020).
Lomba puter pelung dalam rangka memeriahkan HUT ke - 75 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diikuti dari berbagai Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur wilayah barat. Yaitu, dari Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ngawi, serta para peserta yang tergabung di wilayah Pawitandirogo.
Lomba puter pelung P5SI ini pun juga digelar serentak di berbagai kota Jawa Timur, yaitu Sidoboyo (Sidoarjo dan Surabaya), Ojo Iri (Mojokerto, Kediri dan Jombang), Malang Raya, Probolinggo dan Tapal Kuda.
Wali Kota Madiun, H. Maidi yang turut hadir dan membuka langsung lomba puter pelung P5SI tersebut pun mengapresiasi pihak penyelenggara acara yang telah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Mulai dari pengecekan suhu badan. Tersedianya cuci tangan dan hand sanitizer, menerapkan jaga jarak, serta para peserta dan panitia menggunakan masker.
Bahkan, karena terbukti mentaati protokol kesehatan, Wali Kota Madiun siap menyediakan tropy dan piala Wali Kota untuk lomba puter pelung yang digelar diperiode mendatang. " Kita siap menyediakan piala Wali Kota, bila perlu tempatnya tidak usah bayar, kita siapkan, " ucapnya.
Menurutnya, setiap Sabtu dan Minggu komunitas yang ada di Kota Madiun sudah mulai bergerak sendiri - sendiri. Mulai dari lomba burung, lomba mancing, maupun kegiatan lainnya. Hal ini, menandakan bahwa perekonomian di Kota Madiun sudah mulai berjalan.
" Yang membahagiakan pesertanya lomba ini tidak hanya dari Kota Madiun, dari wilayah sekitarnya juga sudah mulai masuk ke Kota Madiun, " katanya.
Dia pun berharap acara seperti ini tidak hanya digelar bertepatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, melainkan bisa digelar rutin, sehingga eksistensi dan peminat puter pelung di Kota Madiun semakin banyak.
Bahkan, dengan adanya lomba putar pelung ini, kedepan juga bisa dijadikan satu ikon tersendiri, khususnya sebagai ikon Kelurahan Josenan.
" Kalau nanti setiap minggu ada event dan kegiatan, jalur sepeda wisata kita lewatkan sini, sehingga bisa mendongkrak perekonomian warga, " pungkasnya.

Para panitia dan pengurus P5SI Madiun foto bersama Wali Kota Madiun
------------------------------
Sementara itu, Ketua P5SI Madiun, Budi Amir mengatakan, lomba puter pelung P5SI Madiun tingkat Jawa Timur ini baru pertama kalinya di gelar di Benggol Joyo sejak lima bulan lalu, karena adanya wabah pandemi Covid-19.
Ia pun berharap, dengan adanya lomba ini puter pelung semakin semarak, semakin berkembang dan muncul jawara - jawara atau gacauan - gacauan dari wilayah Pawitandirogo, khususnya Kota Madiun.
" Otomatis nanti akan mendongkrak harga jual dan juga akan memacu peternak - peternak untuk semakin semangat memelihara puter pelung, " harapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan penuturan ketua P5SI Madiun, Budi Amir, untuk sistem penilaian lomba puter pelung tersebut menggunakan empat babak. Sesuai pakemnya, yaitu ada suara ujung, suara tengah dan suara depan. Semunya harus sesuai dengan kriteria penilaian lomba.
" Jadi namanya puter pelung, otomatis tengahnya memang harus istimewa, harus melung, ujungnya harus tebal, jernih dan bagus, depannya juga seperti itu . Jadi memang beda dengan puter lokal, puter pelung memang lebih panjang, lebih mengalun, " jelasnya. (Adv/jum).