JATIMPOS.CO//SURABAYA - Masa pandemic Covid-19 memunculkan fenomena baru dalam segala sektor. Dalam dunia bisnis, banyak bermunculan anak muda berbisnis. Ini tentu menjadi fenomena positif kedepannya termasuk jiwa wiraswasta dan kemandirian generasi muda Indonesia.
“Sejak adanya pandemic, banyak sekali anak muda yang mulai berkecimpung di dunia bisnis kecil atau UKM. Mereka adalah anak muda yang masih mau beradaptasi dan mau keluar dari zona nyaman mereka,” ujar Dra.Trusti Dhiani, M.Si, ketua Bidang UMKM dan Pemberdayaan Kadin Jawa Timur pada webinar yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur, Senin (14/12/2020).
Webinar Strategi K-UKM dalam Rangka Penguatan Ekonomi Melalui Peran Serta Generasi Milenial dengan tema UMKM Tumbuh Ekonomi Tangguh, bertempat di Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Menengah Provinsi Jawa Timur.
Dikatakan, bahwa para milenial menawarkan produk yang menarik dan multifungsi sesuai dengan keadaan pandemic sekarang ini, tentunya hal tersebut akan menarik minat dan daya beli masyarakat sehingga permintaan dari masyarakat cukup tinggi.
“Dari usaha yang terus berkembang ini diharapkan para generasi muda dapat membuka lapangan pekerjaan, dan juga mau membantu UKM yang sudah terlebih dahulu ada dengan memberikan ide-ide kreatif sehingga dapat membangun UKM tersebut” ujar Trusti Dhiani.
Sekarang ini sudah hadir Millennial Job Center (MJC). Dimana MJC ini adalah sebagai wadah bagi milenial yang memilki pekerjaan atau minat di bidang industri kreatif seperti desain grafis, animasi, foto produk, dan juga content creator.
Founder MJC, Sinta Henti mengatahan, pemerintah dituntut untuk ikut serta hadir sebagai mediator yang menjadi penghubung antara para pelaku UKM dengan para talenta MJC sehingga keduanya dapat saling bersinergi dan menghasilkan produk-produk unggulan Jawa Timur khususnya dengan tampilan desain dan kemasan yang modern serta pemasaran yang berbasis teknologi dan juga laporan keuangan.
Dari webinar ini diharapkan para pelaku UKM dan juga kaum milenial akan terus berjalan bersama sehingga program Nawa Bhakti Satya terutama pada poin ke 7 yakni Jatim Berdaya yang digagas oleh Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dapat berjalan sebagai mana mestinya dengan tujuan akhir yakni menjadi Jawa Timur sejahtera.
Sementara itu, Kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Menengah, Bapak Dr. Mas Purnomo Hadi yang membuka webinar menyatakan, pelaku UKM baik generasi old atau generasi milenial, koperasi, asosiasi dan komunitas bersama dengan dinas terkait harus saling bersinergi dalam melewati pandemic ini.
“Berbagai cara harus dilakukan bersama agar kita sama-sama kuat dan tangguh sehingga kita bisa survive bersama. Oleh karena itu penekanan tagline bela dan beli produk UMKM Jatim tidak hanya kita ucapkan. Tapi juga harus kita lakukan agar kita kuat, tangguh dan unggul dalam segala hal,” ujarnya.
Generasi milenial menjadi ujung tombak penerus bangsa dalam segala hal, tak terkecuali dari sektor ekonomi dan kreatif. Salah satu roda perekonomian negara berasal dari UKM yang sangat berperan dalam kemajuan dan pertumbuhan ekonomi.
Di zaman yang semakin canggih dan modern membuat masyarakat mau tidak mau untuk mulai melek akan teknologi. Teknologi dan modernitas tentunya sangat berhubungan erat dengan generasi milenial. (ilham/yus)