JATIMPOS.CO/SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/9/2026) malam.
Kunjungan tersebut sekaligus dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Unhan RI dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.
Gubernur Khofifah mengatakan kerja sama dengan Unhan RI menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi berbagai institusi dalam mendukung pembangunan Jawa Timur, khususnya pada sejumlah bidang yang berkaitan dengan keamanan nasional.
"Kami terima kasih, PKS yang sudah ditandatangani ini akan menjadi bagian dari penguat kontribusi kita bersama. Kontribusi Unhan tidak hanya di FKN, tapi juga Unhan secara institusional," kata Khofifah.
Menurutnya, penguatan kerja sama tersebut dapat mencakup berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, kebangsaan, pangan, hingga kebencanaan. Jawa Timur, kata Khofifah, memiliki berbagai potensi yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa FKN Unhan.
Salah satu sektor yang disoroti Khofifah adalah pangan. Ia menyebut Jawa Timur tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga terus mengembangkan kedaulatan pangan secara berkelanjutan.
"Kita ini bukan hanya masuk pada kategori upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan, kita sudah berketahanan dan kita pada posisi mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan," ujarnya.
Khofifah menyampaikan sektor pangan di Jawa Timur memiliki potensi yang luas, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Menurutnya, penguatan kolaborasi dengan institusi pendidikan dapat membantu pengembangan potensi tersebut dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.
Ia juga mengusulkan agar kerja sama yang telah dilakukan dapat diperluas dengan melibatkan Dinas Peternakan Jatim. Menurut Khofifah, sektor peternakan di Jawa Timur memiliki potensi yang dapat menjadi referensi bagi daerah lain.
"Jikalau dimungkinkan sebelum tim ini kembali, barangkali boleh ditambah dengan Dinas Peternakan. Dinas Peternakan Jawa Timur ini menurut saya dari lihat populasi-populasinya dan seterusnya, ini sebetulnya sudah cukup kuat untuk dijadikan referensi dari sangat banyak daerah," jelasnya.
Selain sektor pangan, Khofifah menyebut bidang kebencanaan juga relevan untuk dikembangkan dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia dan Jawa Timur yang berada di kawasan Ring of Fire membutuhkan penguatan kapasitas dan kolaborasi dalam menghadapi potensi bencana.
"Kalau di bidang pendidikan, Bakesbangpol, serta bencana alam, ya memang Indonesia ini Ring of Fire. Jawa Timur pun juga Ring of Fire," katanya.
Sementara itu, Dekan FKN Unhan RI Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus mengatakan kunjungan ke Jawa Timur melibatkan mahasiswa dari sejumlah program studi di FKN Unhan.
Ia menyebut terdapat lima bidang studi yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, yakni Sains Pangan, Keamanan Maritim, Manajemen Bencana, serta Damai dan Resolusi Konflik.
"Malam ini kami terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah memwadahi kita dengan para Kepala OPD ya, khususnya 5 prodi: Sains Pangan, Keamanan Maritim, Manajemen Bencana, kemudian di Damai dan Resolusi Konflik," kata Nefra.
Menurut Nefra, Jawa Timur dipilih sebagai salah satu lokasi pembelajaran karena memiliki berbagai potensi yang relevan dengan bidang studi mahasiswa FKN Unhan.
"Jadi ini memang provinsi yang menjadi idola sebenarnya bagi mahasiswa. Kenapa kita kemari? Tadi seperti dijelaskan oleh Ibu Gubernur, bahwa semua potensi itu yang paling tinggi di sini," ujarnya.
Nefra menjelaskan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di lingkungan akademik, tetapi juga melihat kondisi dan potensi secara langsung di lapangan. Hasil pembelajaran tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemprov Jatim.
"Mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari, dengan fakta di lapangan yang ada, itulah mereka nanti mau buat masukan kepada Provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia. Karena ini adalah Fakultas Keamanan Nasional, mereka mau mempelajari dari berbagai sisi," jelasnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, mahasiswa FKN Unhan juga mendatangi sejumlah institusi dan objek strategis di Jawa Timur. Nefra menyebut kunjungan mencakup Kodam, Koderal, Akademi Angkatan Laut, Universitas Airlangga, serta PT PAL Indonesia.
"Kita mengunjungi kalau ke Surabaya ini, selain provinsi, kita datang juga ke tadi ke Kodam, Koderal, kemudian ke Akademi Angkatan Laut, ke tadi kita ke Unair, dan besok juga ada industri nasional, PT PAL. Itu yang kita kunjungi," pungkasnya. (zen)