JATIMPOS.CO/JOMBANG - Pondok Pesantren Gadingmangu Perak, Jombang menggelar buka puasa bersama Forkopimda Jombang sekaligus santunan anak yatim dan kaum duafa, Jumat (21/3/2025) di aula Ponpes Gadingmangu. Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai wujud kepedulian ponpes terhadap warga sekitar dihadiri Sudiro Setiono Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Setdakab Jombang mewakili Bupati Jombang Warsubi.

Tampak hadir pula Pimpinan Ponpes Gadingmangu KH Basiya Adhi Banadi, Ketua DPD LDII Jombang Widodo, jajaran pejabat forkopimda serta keluarga besar DPD LDII dan keluarga besar Ponpes Gadingmangu.

Selain itu, sebanyak 101 anak yatim dan 488 warga prasejahtera atau duafa penerima bantuan sembako juga hadir secara langsung di lokasi.

Humas Ponpes Gadingmangu Toto Raharjo menjelaskan, buka puasa bersama jajaran pejabat forkopimda merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap Ramadan, tepatnya menjelang Lebaran.

”Sekaligus kita memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa atau peduli duafa,” kata Toto.

Ratusan penerima bantuan mereka seluruhnya merupakan warga Desa Gadingmangu. Terdiri dari Dusun Bacek, Dusun Mangu, Dusun Mlaten, dan Dusun Gading.

“Mohon maaf sementara bantuan belum bisa kami berikan hingga keluar Desa Gadingmangu,” imbuh dia.

Jumlah penerima bantuan kali ini bertambah dibanding tahun sebelumnya. ”Karena tahun lalu hanya sekitar 350 orang sekarang mencapai 589 orang. Jumlah ini mungkin tahun lalu belum terdaftar, sehingga baru tercatat di panitia tahun ini,” tuturnya.

Humas Ponpes Gadingmangu Toto Raharjo

Diharapkan, bantuan tersebut bisa meringankan beban anak yatim maupun duafa di bulan Ramadan, terlebih menjelang Lebaran.

”Untuk duafa kami berikan sembako berupa beras sebanyak 3 kilogram dan minyak goreng serta makanan ringan,” ujarnya.

Selain dalam momen Ramadan, buka bersama dan pemberian bantuan merupakan bentuk pengabdian pondok terhadap lingkungan sekitar.

”Jadi ini sebagai simbiosisdualisme, kontribusi dan kepedulian pondok kepada lingkungan sekitar,” papar Toto.

Terlebih pondok berdiri di tengah lingkungan masyarakat. ”Mau tidak mau bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ponpes Gadingmangu juga tidak ada pembatas, sehingga semua langsung berhubungan masyarakat,” kata Toto. 

Sementara Bupati Jombang Warsubi melalui Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Setdakab Jombang Sudiro Setiono mengapresiasi Ponpes Gadingmangu.

Pasalnya, pemberian bantuan kepada anak yatim dan kaum duafa menjadi simbol mempererat ikatan sosial dengan masyarakat.

”Jadi pemberian bantuan ini bukan sekadar materi, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan mempererat ikatan sosial antara pondok dengan masyarakat,” kata Sudiro.

Ponpes Gadingmangu menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak.

“Sebagai lembaga pendidikan nasional yang berperan membangun karakter dan kecerdasan umat, pesantren ini memiliki peran strategis dalam perjalanan pembangunan Jombang,” pungkasnya. (her)