JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN - Pemerintah Kota Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 yang dirangkai dengan peluncuran Open Government Partnership (OGP) Lokal Kota Madiun di Ballroom Bima Hotel Aston Madiun, Rabu (30/4/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang terbuka, transparan, dan partisipatif.
Kegiatan ini juga mendatangkan nara sumber dari manca negara dengan paparan materi yaitu Madiun City OGP Action Plan: Transparency, Accountability, Responsiveness, and Inclusion disampaikan oleh Jose Maria Marin dari Spanyol.
Sedangkan materi lainnya yaitu Achieve a Higher City Value: Enhance Quality of Life, Economic Vibrancy and Overall Desirability disampaikan oleh Ernawati, MDip/MSA seorang Diplomat manca negara.
Wali Kota Madiun, Dr. Maidi dalam sambutannya menegaskan, selain menjadi pijakan strategis dalam mengarahkan seluruh program pembangunan daerah lima tahun ke depan, dokumen RPJMD ini disusun harus selaras dengan visi besar Kota Madiun menjadikan Madiun sebagai kota yang mendunia.
“Poin utama kita adalah mengantar Kota Madiun mendunia. Maka semua program harus mengarah ke sana. Kota ini sudah mulai dikenal. Tamu-tamu asing datang ke sini dan membawa cerita baik tentang kota ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Musrenbang ini merupakan forum strategis guna menjaring masukan dan sinkronisasi program pembangunan daerah, dengan harapan RPJMD 2025–2029 mampu menjawab tantangan pembangunan dan mempercepat terwujudnya Kota Madiun yang sejahtera, berdaya saing, dan inklusif.
Selain itu, keterbukaan dan inovasi menjadi kunci untuk menyiapkan Kota Madiun menghadapi tantangan global.
“Kita harus terus berinovasi, menjaga budaya, dan memperkuat keberlanjutan. Kota Madiun tidak bisa hanya berjalan biasa-biasa saja. Harus ada lompatan. Harus punya semangat dunia,” tegasnya.
Sementara itu, peluncuran OGP Lokal Kota Madiun menjadi tonggak penting dalam memperkuat budaya keterbukaan informasi publik. Melalui inisiatif ini, Kota Madiun resmi bergabung dalam jejaring global pemerintah daerah yang berkomitmen mendorong inovasi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang lebih baik dengan melibatkan warga secara aktif dalam proses pengambilan kebijakan.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah, lembaga legislatif, akademisi, dunia usaha, serta organisasi masyarakat sipil ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pemerintahan yang lebih transparan, inklusif, dan adaptif di Kota Madiun. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, RPJMD dan OGP Lokal diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah lima tahun mendatang.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen. Ini adalah komitmen bersama. Kami berharap semua pihak legislatif, eksekutif, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat ikut ambil bagian. Membangun Madiun mendunia bukan kerja satu pihak,” pungkasnya. (jum).