JATIMPOS.CO/TUBAN – Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Montong menggelar Konferancab VIII di Aula Kantor NU setempat, Sabtu (10/5/2025). Tema Konferancab “Khidmah Perempuan NU Dalam Menjaga Ideologi Organisasi yang Berdaya dan Berdigdaya”. Acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia raya dan mars fatayat lalu dilanjutkan pemutaran selayang pandang perjalanan PAC Fatayat Montong.
Dalam Konferancab kali ini dihadiri Ketua PC Fatayat Kabupaten Tuban, Wahyuni Hidayati, Ketua Tanfidhiyah MWC NU Montong, KH Muhammad Wahib, Rois Syuriyah, KH Muhammad Rifan, Ketua MWC Maarif Montong, KH Abdus Salam, Anggota DPRD Tuban, Zuhri Ali. Hadir juga, seluruh Ketua Banom Muslimat, Upzis Lazisnu, GP Ansor, Pagar Nusa, Satkoryon Banser, IPNU, IPPNU, Forkopimcam Montong, dan Ketua Ranting Fatayat se-Kecamatan Montong.
Ketua PAC Fatayat Kecamatan Montong, Wahidah Faizatin, mengatakan forum konferancab adalah forum tertinggi fatayat di tingkat PAC. Dalam forum ini seluruh anak ranting memiliki kesempatan sama untuk menyampaikan gagasan atau pandangan yang konstruktif dan visioner.
Lebih dari itu, perempuan tangguh yang akrab disapa Titin ini memaparkan selama kepengurusannya. Persaat ini, PAC Fatayat Montong memiliki kader di 22 pengurus anak ranting. Jumlah ini tidak sekadar kuantitas melainkan menekankan kualitas. Ia menegaskan barisan fatayat bergerak sesuai ajaran ahlussunah wal jamaah.
Menurut Titin, organisasi pemuda perempuan NU yang lahir pada 24 April 1950 di Surabaya tentu mengalami dinamika. Maka di usia 75 tahun, Fatayat harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman. Fatayat harus menjadi sumber inspirasi. Harus juga memiliki kepekaan atau sensitifitas terhadap peradaban teknologi.
“Selain menjadi perempuan yang inspiratif, di era moderanisasi harus memahami digitalisasi dan AI (Artificial Intelligence),” sambung perempuan tiga anak ini.
Terakhir ia menyoroti tentang darurat narkoba. Perempuan Fatayat siap bersinergi dengan lintas sektor untuk menjadi pelopor atau pilar dalam upaya preventif terhadap bahaya obat-obatan terlarang yang mengancam generasi bangsa.
“Fatayat siap berkolaborasi terkait PR narkoba untuk memberikan edukasi terhadap lingkungan tentang kenakalan remaja,” tegas Titin.
Di tempat yang sama, Ketua PC Fatayat kabupaten Tuban, Wahyuni Hidayati menyambut baik digelarnya Konferancab VIII oleh PAC Fatayat Kecamatan Montong. Senada, bahwa forum ini musyawarah tertinggi yang diikuti oleh anak ranting. Agendanya sidang pleno domisioner, laporan pertanggungjawaban, serta seluruh peserta konferancab bisa memberikan usulan dan gagasan.
“Usia menjadi anggota fatayat sesuai PDPRT maksimal 45 tahun,” terang Wahyuni Hidayati.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebagai pemuda perempuan yang telah berikrar mendedikasikan waktu dan tenaga terhadap hal-hal besar kebangsaan, maka ia menganjurkan agar mengenal lebih dekat tentang sejarah berdirinya fatayat. Hal ini sebagai upaya untuk lebih semangat dalam mewujudkan visi misi organisasi.
“Sahabat ranting adalah ujung tombak perjuangan NU, mari kita terus istiqomah,” harapnya.
Untuk diketahui dalam konferancab VIII, nama Wahidah Faizatin, dipercaya kembali menjadi ketua PAC Fatayat Montong masa khidmat 2025 – 2029. (min)