JATIMPOS.CO/TUBAN – Anggota DPRD Kabupaten Tuban, Zuhri Ali menilai public trust terhadap APH (Aparat Penegak Hukum) di wilayah hukum Tuban merosot. Pernyataan menohok ini bukan tanpa alasan. Pasalnya dia kerap menerima aduan dari konsituennya bahwa ada oknum yang mengambil keuntungan kala menindak pelanggar hukum.
“Ini perilaku-perilaku oknum, jelas tingkat kepercayaan terhadap APH sangat menurun,” ucap Jojo panggilan akrab Zuhri Ali saat SpeakUp di acara Konferancab VIII PAC Fatayat Montong, di Aula Kantor MWC NU Montong, Sabtu (10/5/2025).
Anggota Fraksi PKB ini mengaku geram atas tindakan yang mencederai kepercayaan publik yang dilakukan oleh oknum. Dia menyadari ada kenakalan remaja, judi online, penggunaan obat-obat terlarang dan perbuatan melanggar hukum lainnya di tengah masyarakat. Lalu, Jojo menanyakan, apakah tidak ada langkah preventif yang mesti dilakukan sebelum penindakan. Karena, semakin banyak yang ditindak atau ditangkap, hal itu menunjukkan satu kondisi yang darurat. Artinya ada tahapan regulasi yang tidak jalan.
“Secara regulasi ada undang-undangnya, ada juga turunannya yakni perda tentang narkoba, perda tentang miras, perda tentang perjudian. Tetapi menjadi aneh perda itu tidak bisa ditegakkan maksimal karena perilaku-perilaku oknum yang mengambil keuntungan dari hadirnya regulasi yang ada,” jelas Jojo menghindari menyebut lembaga penegak hukum mana.
Dewan dapil I (Tuban, Merakurak, Montong, Kerek) mengaku miris tentang perilaku oknum-oknum yang tidak menjalankan hukum sebagaimana mestinya. Bahkan, perilaku semacam ini tidak boleh dibiarkan. Ia menegaskan, jangan sampai praktik atas alasan penegakan hukum menjadi bola api liar.
“Pelanggaran hukum hari ini ada, besok sudah hilang jejaknya. ini perilaku-perilaku oknum,” kritik Jojo tegas.
Dalam kesempatan itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pilar sosial yang berpengaruh di lingkungan keluarga dan masyarakat umum. Sekaligus menjadi public educator di tengah disrupsi informasi dan masifnya konten tindak mendidik.
“Ini tanggung jawab moral seluruh pihak. Jangan sampai generasi bangsa terperosok ke lembah hitam,” tutur Jojo mengajak.
Pernyataan anggota dewan ini merespon semangat PAC fatayat Montong dalam Konferancab VIII yang akan berkonsentrasi pada kasus-kasus pelanggaran hukum. Yakni judi online dan narkoba yang korbannya menyasar generasi muda hingga di wilayah hukum Kecamatan Montong. Langkah PAC Fatayat Montong direspon baik oleh pengurus MWC NU dan anggota dewan Zuhri Ali. (min)