JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya menjaga posisi sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur melalui gerakan panen dan percepatan tanam bersama Gubernur Jawa Timur di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kegiatan panen raya dan percepatan tanam bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian di daerahnya.
“Kegiatan hari ini di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, bukan sekadar seremonial panen, namun merupakan langkah konkret gerakan percepatan tanam. Kabupaten Madiun berkomitmen tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur,” ujar Hari Wuryanto.
Ia menyebut luas lahan sawah di Kabupaten Madiun mencapai lebih dari 32.418 hektare. Pemerintah daerah terus mendorong sinergi lintas sektoral, termasuk dukungan TNI dan Polri, guna memastikan target produksi padi tercapai dengan pengolahan lahan yang lebih efisien.
Menurut Hari Wur, Kabupaten Madiun pada tahun 2024 dan 2025 tercatat menjadi produsen beras terbesar keenam di Jawa Timur dengan rata-rata produksi mencapai 480.264 ton gabah kering giling.
Selain itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini dinilai cukup baik, yakni berkisar Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram dengan rata-rata produktivitas 6,9 hingga 7,2 ton per hektare.
“Capaian ini tentunya tidak terlepas dari peran Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten Madiun,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hari Wur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada tahun 2025.
Bantuan tersebut meliputi 14 unit alsintan berupa hand tractor, power weeder, kultivator, hand sprayer, power thresher, hingga combine harvester yang kini telah dimanfaatkan kelompok tani di Kabupaten Madiun.
Meski demikian, Pemkab Madiun masih berharap adanya tambahan bantuan alsintan pada tahun 2026 guna pemerataan fasilitas pertanian di desa-desa lain.
“Pada tahun 2026 ini kami masih membutuhkan dukungan bantuan alat dan mesin pertanian untuk pemerataan di desa-desa lain sebagai upaya peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain bantuan dari Pemprov Jatim, Kabupaten Madiun juga menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa program irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, optimalisasi lahan, serta bantuan alat dan mesin pertanian.
Hari Wur menegaskan sektor pertanian, khususnya komoditas padi, menjadi penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Madiun. Karena itu, pihaknya siap menjadi garda terdepan menjaga surplus beras di Jawa Timur.
Namun demikian, ia berharap pemerintah provinsi terus memberikan dukungan, terutama dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani agar kesejahteraan petani tetap terjaga saat masa panen melimpah.
“Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan dalam menjaga surplus beras di Jawa Timur,” kata Hari Wur. (jum).
