JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER — Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) kembali bergulir. Kali ini, Bupati Jember, Gus Fawait, hadir menyapa masyarakat di Balai Desa Rowotamtu untuk memantau pelayanan publik sekaligus berdialog langsung dengan para pelaku ekonomi akar rumput.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menyampaikan pesan menohok kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang sayur keliling (mlijo), hingga kelompok tani agar mengelola seluruh bantuan pemerintah dengan bertanggung jawab.
Gus Fawait menegaskan bahwa berbagai fasilitas bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember—mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), gerobak mlijo, hingga bantuan penunjang UMKM lainnya—merupakan sarana modal kerja untuk mendongkrak perekonomian warga.
Oleh karena itu, beliau melarang keras adanya praktik jual beli terhadap barang bantuan pemerintah dalam bentuk apa pun.
" Bantuann baik itu alsintan untuk para petani maupun gerobak untuk pedagang mlijo diberikan sebagai modal kerja supaya usaha bapak ibu sekalian bisa makin berkembang. Dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan betul. Jangan sampai ada yang diperjualbelikan," tegas Gus Fawait di hadapan warga Desa Rowotamtu, Rabu (29/07/2026).
Tidak hanya mengingatkan para penerima manfaat, Bupati Jember juga secara terbuka meminta bantuan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya pengurus kelompok tani dan paguyuban pedagang, untuk ikut aktif melakukan pengawasan di lapangan.
"Kemarin ada laporan setelah diberi bantuan, besok harinya muncul di market place Facebook bantuan tersebut dijual, memang bukan dari yang bersangkutan tapi dijual oleh orang lain di Kecamatan lainnya," tambahnya menjelaskan.
Langkah ini dinilai penting agar alokasi bantuan Pemkab Jember benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Menggunakan alsintan dan gerobak bantuan secara optimal demi meningkatkan produktivitas harian. Memastikan aset bantuan tidak berpindah tangan atau diperjualbelikan demi keuntungan sepihak. Mengajak kelompok tani dan komunitas UMKM/Mlijo saling memantau serta melaporkan jika ada penyimpangan bantuan di wilayahnya.
"Dari tahun 2025 - 2026 ini bantuan alsintan kerja sama antara pemerintah kabupaten Jember dengan pemerintah pusat sudah menyentuh angka 312 Milliar, jika itu bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, perekonomian di Kabupaten Jember bisa bertambah pesat," lengkapnya.
Melalui pengawasan bersama ini, Gus Fawait berharap seluruh program pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Jember dapat berjalan berkelanjutan, transparan, dan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan daerah. (Ari)